Minimnya Pengetahuan Kesehatan reproduksi remaja berdampak pada aktivitas seksual diantaranya 15.9% remaja laki-laki dan 10.1% remaja putri di usia 18 tahun sudah pernah melakukan hubungan seksual, 771 dari 10.000 remaja putri usia 18-19 tahun pernah mengalami kehamilan. Edukasi mengenai kesehatan sistem reproduksi bagi masyarakat sangatlah penting utamanya di masa muda. SMP Satu Atap Kanda merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama yang terletak dipinggiran Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Akses informasi yang terbatas dapat menyebabkan kurangnya pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi. Lebih lanjut, wawancara terhadap salah satu guru mata pelajaran IPA di sekolah tersebut diketahui terdapat siswa yang menunjukkan perilaku beresiko. Perilaku berisiko pada remaja jika tidak segera ditanggulangi akan berpotensi tertular penyakit HIV. Dengan memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi, masa pubertas, serta konsekuensi dari perilaku berisiko berupa HIV/AIDS serta memperoleh informasi tentang HIV/AIDS dari sumber yang tepat dapat membantu remaja untuk membuat keputusan dan bertanggung jawab terhadap kehidupan seksual dan reproduksinya. Penyampaian informasi dilakukan menggunakan metode ceramah serta diskusi tanya jawab langsung. Kegiatan pelatihan dapat diselengarakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dibuat. Kegiatan ini disambut baik oleh siswa dengan jumlah peserta yang hadir mencapai target 100%. Materi dapat disampaikan secara keseluruhan serta pada akhir kegiatan, siswa memiliki tambahan wawasan tentang Kesehatan reproduksi serta membuat komitmen untuk menjaga Kesehatan reproduksinya.
Copyrights © 2025