Keterbatasan pengetahuan dan ketrampilam tata kelola dan manajemen keuangan menjadi permasalahan utama yang dapat menghambat keberlangsungan usaha khususnya pada pelaku usaha kuliner Kurato MEK PRA Nogotirto. Meskipun beberapa pelaku usaha telah membuat perhitungan harga pokok produksi (HPP), namun pada praktiknya sebagian mitra belum mampu memanfaatkan informasi biaya untuk menyusun perencanaan laba secara terstruktur, sehingga menyebabkan para pelaku usaha belum memiliki target penjualan dengan jelas, belum mengidentifikasi batas minimal penjualan supaya tidak menderita kerugian. Kegiatan PkM ini bertujuan memberikan pemahaman dan ketrampilan finansial untuk keberlanjutan dan pertumbuhan usaha dengan teknik analisis titik impas (BEP) yaitu analisis untuk menentukan titik impas antara pendapatan dan biaya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan partisipatif yaitu mitra selain menerima materi juga terlibat aktif dalam praktik perhitungan berdasarkan kondisi usaha masing-masing. Pelaksanaan melalui beberapa tahapan, yaitu Persiapan dengan mengidentifikasi kondisi usaha mitra pasca pelatihan HPP, Tahap Pelatihan Perencanaan Laba dan BEP, Tahap Pendampingan dengan diskusi dan solusi serta evaluasi.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai pengelolaan biaya dan perencanaan laba, mampu mengidentifikasi biaya tetap dan biaya variabel serta menghitung titik impas (BEP). Disarankan untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan materi yang lebih luas, seperti pencatatan keuangan dan pengelolaan arus kas usaha.
Copyrights © 2025