Pada studi ini, fokus utama dari hasil penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana likuiditas, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan mempengaruhi risiko financial distress pada perusahaan tekstil dan pakaian yang listing di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2021-2024. Pendekatan kuantitatif digunakan berdasarkan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan tahunan entitas. Pengambilan sampel secara purposive digunakan dalam menentukan sampel. Analisis meliputi deskripsi statistik, model regresi logistik biner, dan koefisien determinasi. Kondisi financial distress diproksikan dengan model Fulmer (H-Score). Temuan empiris menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya kesulitan keuangan tidak dipengaruhi secara signifikan oleh likuiditas, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan. Artinya, kemampuan entitas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, perubahan dalam penjualan, atau jumlah aset yang dimiliki tidak menentukan kerentanan entitas terhadap kondisi tersebut. Oleh karena itu, hasil ini memperkuat bahwa munculnya kesulitan keuangan mungkin dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diuji dalam studi ini.
Copyrights © 2025