Pendapatan sebagian besar masyarakat desa Sihopur adalah petani salak, tetapi masyarakat desa Sihopur juga ada yang memiliki sawah dan pohon karet. Masyarakat menanam pohon salak sendiri dan menjualnya langsung kepembeli. Banyak masyarakat luar Sihopur yang memesan salak. Terkadang banyak salak yang busuk karena tidak sempat dipanen oleh masyarakat desa Sihopur. Harga buah salak juga terkadang naik turun dipasaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan produk olahan baru yang berbeda dari produk olahan buah salak yang sudah ada,sehingga dapat menambah pariasi kuliner dan menarik minat konsumen. Menyebar luaskan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengolah buah salak menjadi produk yang bernilai tambah. Menciptakan resep sambal salak yang enak dan dapat diterima diberbagai kalangan, sekaligus memperluas wawasan mengenai potensi penggunaan buah lokal. Metode yang digunakan dari kegiatan ini adalah pelatihan dan edukasi. Masyarakat diberikan pelatihan pengolahan buah salak menjadi sambal. Agar masyarakat dapat memanfaatkan buah salak dengan baik. Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 25 orang. Untuk data dilakukan evaluasi kegiatan pembuatan produk sambal salak dari pemanfaatan buah salak (Salacca Zalacca). Berdasarkan hasil kegiatan pembuatan sambal salak dari buah salak (Salacca Zalacca) dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon yang baik sebagai peningkatan usaha kreatif masyarakat desa Sihopur. Melalui kegiatan ini, pengetahuan masyarakat semakin meningkat mengenai pemanfaatan buah salak (Salacca Zalacca) sebagai sambal salak sehingga dapat meningkatkan UMKM masyarakat desa Sihopur.
Copyrights © 2026