Leptospirosis merupakan zoonosis penting yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor perilaku dan lingkungan, termasuk personal hygiene, kebiasaan menutup makanan, keberadaan tikus, kondisi fisik rumah, keberadaan selokan, genangan air, dan vegetasi rumah terhadap kejadian leptospirosis, serta mengidentifikasi faktor yang paling berkontribusi. Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan potong lintang terhadap 61 kasus leptospirosis melalui teknik total sampling. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik variabel, sedangkan analisis bivariat dengan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik dilakukan untuk menentukan faktor dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene, kebiasaan menutup makanan, kondisi fisik rumah, kondisi selokan, vegetasi rumah, dan genangan air berhubungan signifikan dengan kejadian leptospirosis (p < 0,05). Analisis multivariat mengidentifikasi keberadaan tikus (p = 0,029; OR = 3,441; 95% CI: 1,131–10,467) dan kondisi fisik rumah (p = 0,019; OR = 3,555; 95% CI: 1,120–10,273) sebagai faktor paling berpengaruh. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi perilaku serta perbaikan kondisi fisik lingkungan rumah sebagai strategi utama dalam pencegahan leptospirosis.
Copyrights © 2026