Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analysis of the Relationship Between Contributing Factors and Body Image Among Medical Students Abdullah, Ismiaty; Kadir, Sunarto; Karim, Cecy Rahma; Solang, Margaretha; Pateda, Sri Manovita
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 4, No 2 (2025): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v4i2.31587

Abstract

Introduction: Body image refers to an individual’s perception and evaluation of their physical appearance. A positive body image plays a crucial role in enhancing self-esteem, psychological resilience, and overall mental and physical well-being. In contrast, a negative body image has been linked to mental health problems, such as depression and disordered eating. This study aimed to examine the associations between various contributing factors and body image among medical students.Method: A quantitative cross-sectional study was conducted involving 67 medical students, selected through total population sampling. Data collection instruments included the Figure Rating Scale, Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ), a 24-hour dietary recall, the Perceived Stress Scale (PSS-10), and the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) to assess self-confidence. All instruments exhibited acceptable levels of validity and reliability. Data were analyzed using Chi-Square and Binary Logistic Regression Methods.Results: Significant associations were identified between body image and physical activity (p = 0.040), self-confidence (p = 0.018), and body mass index (BMI) (p = 0.001). Logistic regression analysis revealed that BMI (OR = 1.766, p = 0.002, 95% CI [0.644–2.888]), self-confidence (OR = 0.311, p = 0.045, 95% CI [0.099–0.975]), and physical activity (OR = 1.966, p = 0.031, 95% CI [1.063–3.831]) were significant predictors of body image.Conclusion: Body mass index, self-confidence, and physical activity were significantly associated with body image. The implementation of educational and psychological support programs is recommended to promote healthy self-perception and behavioral patterns among medical students.Keywords: Body image, body mass index, medical, motor activity, self-concept, students
Analisis Kualitas Air Sungai Berbasis Praktikum sebagai Bentuk Penerapan Project Based Learning Kunusa, Wiwin Rewini; Utina, Ramli; Yusuf, Frida Maryati; Karim, Cecy Rahma; Umadji, Nur Inda R.
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v5i1.12726

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan ketrampilan proses sains mahasiswa semester VII yang sedang menempuh mata kuliah Kimia Analitik III. Kemampuan mahasiswa dalam melakukan analisis tentang permasalahan lingkungan masih rendah. Penerapan Project Based Learning ini dengan melibatkan mahasiswa secara langsung di luar kelas dalam mengembangkan sejumlah keterampilan proses sains untuk menganalisis kualitas air sungai di Lokasi Wisata Desa Meranti Kecamatan Tapa Kabupaten BoneBolango. Kualitas air sungai Desa Meranti ditentukan berdasarkan parameter warna, rasa, bau, pH, dan analisis logam berat. Pembelajaran dilakukan secara berkelompok dengan tahapan 1) menentukan proyek, 2) merancang langkah-langkah penyelesaian proyek, 3) menyusun jadwal pelaksanaan proyek, 4) penyelesaian proyek, 5) menyusun laporan dan publikasi hasil proyek, dan 6) evaluasi proses dan hasil proyek. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Pre Experimental Design. Indikator keterampilan proses sains yang diteliti meliputi: 1) menyajikan data dalam bentuk grafik, 2) mengumpulkan dan mengolah data, 3) merancang penelitian dan 4) melaksanakan eksperimen 5) membuat laporan akhir.
Potensi Tumbuhan Lokal Desa Meranti Sebagai Konten dan Media Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal pada Materi Kimia Tangio, Julhim S.; Utina, Ramli; Yusuf, Frida Maryati; Kunusa, Wiwin Rewini; Karim, Cecy Rahma; Arviani, Arviani
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 5, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v5i2.12759

Abstract

Chemistry lessons are subject matter whose concepts are often found in students' daily lives, but many teachers have not been able to integrate the phenomena of chemistry and the potential of local plants into learning. The purpose of this research is to describe the potential of local plants as content and learning media based on local wisdom. The results of the study show that several types of plants found in the tourist area of Meranti Village can be used as chemistry learning content and media. These plants, namely belimbing wuluh flower, softwood flower and red spinach can be used as natural indicators instead of synthesis indicators for testing acid and alkaline solutions and Sago from sago trees is developed as a learning medium for molecular shape models
Faktor Determinan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Cakupan Puskesmas Tertinggi dan Terendah di Provinsi Gorontalo Aswin, Nurlila Puspita; Kadir, Sunarto; Karim, Cecy Rahma
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2368

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi Gorontalo tercatat sebagai daerah dengan presentase terendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah cakupan Puskesmas tertinggi dan terendah. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 201 responden yang terdiri dari 112 di Puskesmas Kota Timur dan 89 di Botupingge, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian di Puskesmas Kota Timur, variabel signifikan yaitu breastfeeding father (p= 0,007), dukungan ibu mertua (p=0,001), kesehatan mental ibu (p=0,001), jenis persalinan (p=0,001), ketertarikan terhadap susu formula (p=0,000), status ibu bekerja (p=0,028), dan budaya pemberian madu (p=0,006) Sedangkan di Puskesmas Botupingge variabel signifikan yaitu breastfeeding father (p=0,044), dukungan ibu mertua (p=0,030), jenis persalinan (p=0,006), dan ketertarikan susu formula (p=0,002). Faktor dominan di Puskesmas Kota Timur yaitu dukungan ibu mertua (OR=6,914; CI95%: 1,708-27,988) sedangkan di Puskesmas Botupingge yaitu breastfeeding father (OR=16,037; CI95%: 1,023-251,375). Pemberian ASI eksklusif di pengaruhi oleh berbagai faktor di wilayah cakupan Puskesmas tertinggi dan terendah.
Hubungan Pengetahuan Manajemen Gizi dengan Status Gizi dan Pola Makan Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo Tahun 2025 Lahabu, Rendi Afriyanto; Kasim, Vivien Novarina A; Karim, Cecy Rahma; Iman, Dian Pratiwi; Pateda, Sri Manovita
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i6.607

Abstract

Pengetahuan manajemen gizi berperan penting dalam membentuk status gizi dan pola makan mahasiswa kedokteran yang memiliki kebutuhan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan manajemen gizi dengan status gizi dan pola makan mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional pada 130 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Pengetahuan manajemen gizi diukur menggunakan kuesioner 40 item, status gizi ditentukan melalui IMT, dan pola makan dinilai menggunakan FFQ 59 item. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,8% mahasiswa memiliki pengetahuan manajemen gizi kurang, 53,8% memiliki status gizi normal, dan 66,2% memiliki pola makan cukup. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara pengetahuan manajemen gizi dan status gizi (ρ = 0,444; r = 0,068). Sebaliknya, terdapat korelasi signifikan namun negatif antara pengetahuan manajemen gizi dan pola makan (ρ = 0,000; r = –0,309). Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan manajemen gizi belum sepenuhnya tercermin dalam status gizi maupun pola makan mahasiswa, serta faktor lain di luar pengetahuan kemungkinan berperan lebih dominan dalam membentuk kedua kondisi tersebut.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA PRASEKOLAH DI DESA ISIMU SELATAN, KECAMATAN TIBAWA Handayani, Dwi Lutvia; Karim, Cecy Rahma; Antu, Yuniarty; Kasim, Vivien Novarina A; Yusuf, Zuhriana K
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.36713

Abstract

Status gizi anak usia prasekolah merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak terlepas dari peran ibu, khususnya terkait dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri atas 41 ibu yang memiliki anak usia prasekolah (3–6 tahun), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengetahuan ibu tentang gizi diukur melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi dalam kategori baik (51,2%). Status gizi anak usia prasekolah paling banyak berada pada kategori gizi baik (36,6%), meskipun masih ditemukan anak dengan gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah (p = 0,041), dengan koefisien korelasi sebesar 0,321 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan cukup.. Simpulan: Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan secara signifikan dan positif dengan status gizi anak usia prasekolah, sehingga penguatan edukasi gizi bagi ibu perlu menjadi fokus intervensi kesehatan masyarakat dan pengembangan penelitian selanjutnya.
Quality and Nutritional Adequacy Review of the Free School Meal Program (MBG) for Elementary School Children in Gorontalo City. Moridu, Nanda Dwi Fakhriyyah; Kasim, Vivien Novarina A.; Paramata, Nanang Roswita; Karim, Cecy Rahma; Daud, Serly
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i3.1773

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi anak sekolah dasar masih menjadi isu serius di Indonesia, khususnya Kota Gorontalo dengan prevalensi gizi buruk, gizi kurang, kelebihan berat badan , dan obesitas yang cukup tinggi. Tujuan: Mengidentifikasi kualitas dan keseimbangan gizi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif observatif pada 147 siswa di SDN 77 Kota Tengah Gorontalo dan MI Terpadu Al-Ishlah Gorontalo. Data kualitas makanan diperoleh melalui kuesioner, analisis kandungan gizi menggunakan NutriSurvey berbasis DKBM 2019 selama 5 hari. Hasil: mayoritas siswa menilai makanan berkualitas baik (78-84%) pada kebersihan, porsi, rasa, dan kematangan, namun hanya 41% yang menyatakan makanan hangat. Rata-rata energi menu MBG 377,46 kkal, di bawah standar AKG 531 kkal. Protein (17,76 g) dan lemak (15,98 g) tidak memenuhi standar, karbohidrat (41,52 g) sesuai, kandungan mikronutrien bervariasi. Simpulan: Program MBG perlu diperkuat melalui diversifikasi menu berbasis pangan lokal, pemantauan berkelanjutan, dan kolaborasi BGN dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Saran: Penelitian selanjutnya mengkaji keamanan pangan dan dampak terhadap status gizi antropometrik siswa