Penelitian ini berfokus pada analisis risiko kelelahan kerja dan perbaikan tata letak produksi di industri pandai besi di Koripan, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Aktivitas produksi yang bersifat manual dan berulang menimbulkan risiko kelelahan kerja serta inefisiensi tata letak fasilitas. Pekerja pada industri pandai besi ini mengalami masalah seperti cepat lelah, nyeri punggung, peningkatan detak jantung, gangguan konsentrasi menjelang akhir kerja, serta jarak alat yang jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelelahan pekerja menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL) serta menyusun usulan perbaikan tata letak produksi dengan Activity Relationship Chart (ARC). Metode pengumpulan data denyut nadi menggunakan Pulse Oximeter selama 10 hari kerja dan wawancara mendalam pada pemilik industri pandai besi untuk pemetaan hubungan aktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa pekerja mengalami kelelahan dengan kategori ringan hingga sangat ringan, dengan nilai %CVL berkisar antara 23% hingga hampir 39%. Solusi untuk mengatasi kelelahan, diberikan usulan berdasarkan identifikasi menggunakan fishbone diagram dengan kategori man, method, machine, dan environment. Melalui analisis ARC, ditemukan aliran kerja bolak-balik yang menambah beban kerja. Sebagai solusi, peneliti memberikan usulan perbaikan tata letak dengan memindahkan stasiun kerja tungku air, pemilihan & pemotongan bahan, dan gudang menggunakan metode BLOCPLAN. Rekomendasi ini diharapkan dapat mengurangi jarak perpindahan alat, mengurangi beban kerja fisik, dan meningkatkan efisiensi produksi.
Copyrights © 2025