Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan dermaga baru sebagai upaya mendukung peningkatan kapasitas logistik PT Petrokimia Gresik. Peningkatan volume bongkar muat yang diproyeksikan mencapai 3–4 juta ton per tahun pada periode menengah menyebabkan nilai pemanfaatan dermaga eksisting (BOR) bergerak mendekati batas optimum operasional. Kondisi ini menimbulkan potensi antrean kapal serta risiko keterlambatan pasokan bahan baku bagi proses produksi. Analisis dilakukan melalui proyeksi jumlah kunjungan kapal, evaluasi kapasitas layanan dermaga, penentuan kesesuaian spesifikasi dermaga rencana terhadap karakteristik kapal 15.000–18.000 ton, serta penilaian kebutuhan fasilitas pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dermaga rencana dengan panjang efektif sekitar 210 meter dan kedalaman operasi 11,5 meter mampu melayani kapal rencana secara aman. Kehadiran dermaga baru juga menurunkan nilai BOR ke kisaran 60–70 persen, sehingga meningkatkan stabilitas operasional dan mengurangi risiko antrean kapal. Dari sisi ekonomi, estimasi biaya investasi sebesar Rp 450 miliar dan manfaat tahunan sekitar Rp 20,7 miliar menghasilkan NPV positif sebesar ±Rp 20 miliar, PI 1,13, dan IRR 11,4 persen, yang menunjukkan bahwa pembangunan dermaga rencana layak secara finansial. Analisis sensitivitas mempertegas bahwa kelayakan finansial cukup dipengaruhi oleh perubahan manfaat dan biaya investasi, namun tetap berada dalam rentang yang dapat diterima pada kondisi dasar Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan dermaga baru layak dilaksanakan karena memenuhi aspek teknis, operasional, dan finansial, serta memberikan kontribusi strategis dalam mendukung kesinambungan rantai pasok perusahaan.
Copyrights © 2026