Tarian Likurai, yang dalam bahasa Tetun disebut he’uk likurai, merupakan tarian tradisional khas masyarakat Belu dan Malaka di Nusa Tenggara Timur yang sarat nilai historis, budaya, dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi budaya, bentuk verbal dan nonverbal, serta interaksi sosial dalam pelaksanaan perayaan Hardiknas 2 Mei 2025 yang diramaikan dengan festival Tarian Likurai oleh siswa-siswi SMP dan SMA/SMK di Kota Betun, dipelopori oleh SMAN Harekakae. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi komunikasi Dell Hymes (1974) melalui model SPEAKING (Setting, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norms, Genre) untuk menelusuri pola komunikasi, makna simbolik, serta interaksi antarpartisipan. Data diperoleh melalui observasi non-partisipatif berupa rekaman audio-visual dari YouTube dan media lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Likurai berfungsi sebagai ekspresi budaya sekaligus medium komunikasi yang mengandung nilai historis, simbolik, dan edukatif, memperkuat identitas kultural siswa serta hubungan antara sekolah dengan komunitas lokal.
Copyrights © 2026