Sistem perizinan santri berbasis kertas di Pondok Pesantren Darunnajah 8 menyebabkan inefisiensi waktu, antrean panjang, dan memicu pelanggaran seperti kabur dan pemalsuan izin. Perkembangan teknologi dan tingginya ketergantungan santri terhadap perangkat mobile mendorong perlunya transformasi digital dalam manajemen pesantren. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji prototype aplikasi Android sistem perizinan santri berbasis QR Code untuk menggantikan sistem manual. Metode pengembangan menggunakan pendekatan prototyping dengan pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka, serta pengujian menggunakan black box testing dan System Usability Scale (SUS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan berhasil berfungsi dengan baik melalui serangkaian pengujian dan memperoleh skor usabilitas rata-rata 4.37 (kategori baik) dari 10 responden yang terdiri dari santri, ustad, dan petugas keamanan. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem digital berbasis QR Code dan Firebase dapat meningkatkan efisiensi proses perizinan, memperkuat pengawasan, serta mengurangi pelanggaran. Implikasi penelitian ini memberikan model solusi teknologi yang dapat diadopsi oleh pesantren lain untuk meningkatkan akuntabilitas dan layanan administrasi di era digital.
Copyrights © 2026