Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan jeruk manis yang menjadi salah satu komoditas hortikultura prospektif, namun Kelompok Usaha Tani Jeruk Desa Amohola masih menghadapi rendahnya literasi proses bisnis berkelanjutan yang berdampak pada efisiensi produksi, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan mitra dalam menerapkan proses bisnis yang terintegrasi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan menggunakan pendekatan Triple Layered Business Model Canvas (TLBMC), disertai monitoring serta evaluasi melalui kuesioner. Kegiatan melibatkan 23 peserta yang terdiri atas aparat desa, kelompok tani, dan mahasiswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta serta observasi partisipasi masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan materi dinilai jelas oleh 60,87% peserta (jelas/sangat jelas), relevan oleh 65,21% (relevan/sangat relevan), dan bermanfaat oleh 65,21% (bermanfaat/sangat bermanfaat). Metode penyuluhan dinilai efektif oleh 69,56% peserta (efektif/sangat efektif) dan tingkat kesiapan mitra untuk mengimplementasikan proses bisnis berkelanjutan juga tinggi (69,56% siap/sangat siap). Program kegiatan ini menunjukkan efektifnya kegiatan dalam meningkatakan literasi dan kesiapan penerapan praktik usaha tani jeruk yang lebih efisien serta ramah lingkungan, berorientasi pada peningkatan produktivitas, kualitas produk, dan pendapatan, serta tersusunnya modul/panduan proses bisnis berkelanjutan sebagai acuan implementasi.
Copyrights © 2026