Kegiatan reklamasi merupakan bagian integral dalam siklus pertambangan yang bertujuan untuk memulihkan kembali kondisi lahan pasca-penambangan agar dapat berfungsi secara ekologis, sosial, dan ekonomi. Reklamasi menjadi penentu keberlanjutan lingkungan pasca-eksploitasi, terutama dalam kegiatan pertambangan terbuka yang menyebabkan gangguan fisik, kimia, dan biologi pada lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan reklamasi pada Disposal Eagle 3 milik PT IPC seluas 2,7 hektar yang telah direklamasi pada tahun 2018. Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada parameter-parameter keberhasilan yang tercantum dalam Kepmen ESDM No. 1827K/30/MEM/2018, yang meliputi aspek teknis penatagunaan lahan, kondisi media tanam, stabilitas tanah, revegetasi, serta pemeliharaan. Metode yang digunakan meliputi analisis dokumentasi teknis, observasi lapangan, dan perbandingan capaian dengan standar kriteria keberhasilan reklamasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disposal Eagle 3 memperoleh nilai total 98% dengan pencapaian maksimal pada hampir seluruh aspek, meliputi penatagunaan lahan, penebaran topsoil, pengendalian erosi, revegetasi, dan penyelesaian akhir. Capaian ini menunjukkan bahwa reklamasi telah dilaksanakan secara optimal dan sesuai dengan pedoman teknis yang berlaku, serta dapat menjadi referensi praktik reklamasi berkelanjutan di wilayah pertambangan lainnya. Reclamation is an essential phase in the mining cycle, aiming to restore post-mining land to ecological, social, and economic functionality. In open-pit mining, where land degradation is significant, reclamation ensures long-term environmental sustainability. This study evaluates the reclamation success of Disposal Eagle 3, owned by PT IPC, which was reclaimed in 2018. The assessment refers to the criteria set by ESDM Decree No. 1827K/30/MEM/2018, covering land arrangement, topsoil application, erosion control, revegetation, acid mine drainage (AMD) management, and maintenance. The methodology includes technical documentation analysis, field observations, and comparison with reclamation success benchmarks. Results indicate a total evaluation score of 98%, showing excellent outcomes across almost all components. High performance in land stability, vegetation growth, and erosion prevention reflects optimal implementation. This study concludes that reclamation at Disposal Eagle 3 was successfully carried out according to regulatory standards and offers a strong reference for best practices in sustainable mine reclamation in Indonesia.
Copyrights © 2025