Kegiatan pembongkaran overburden di PT. Arutmin Indonesia–Tambang Batulicin dilakukan dengan kegiatan pemboran dan peledakan. Dengan adanya peledakan akan menghasilkan ukuran fragmentasi yang diharapkan. Hasil fragmentasi peledakan yang baik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah geometri peledakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fragmentasi hasil peledakan terhadap digging time Komatsu PC-2000. Fragmentasi batuan dianalisis menggunakan perangkat lunak Split Dekstop 2.0, sedangkan digging time diukur secara langsung menggunakan stopwatch. Hasil menunjukan rata-rata fragmentasi untuk kedalaman lubang 9 meter sebesar 60 cm dengan digging time 13,2 detik. Korelasi antara fragmentasi dan digging time adalah 0,0741 pada Komatsu PC-2000 (sangat lemah) ini diduga adanya faktor lain bisa jadi karena faktor kekerasan batuan, kondisi geologi, kondisi alat gali muat dan faktor pengoperasian alat. Overburden demolition activities at PT. Arutmin Indonesia–Batulicin Mine are carried out by drilling and blasting activities. With blasting, the expected fragmentation size will be produced. Good blasting fragmentation results are influenced by several factors, one of which is the blasting geometry. This study aims to evaluate the effect of blasting fragmentation on the digging time of the Komatsu PC-2000 excavator. Rock fragmentation was analyzed using Split Desktop 2.0 software, while digging time was measured directly using a stopwatch. The results showed an average fragmentation for a hole depth of 9 meters of 60 cm with a digging time of 13.2 seconds. The correlation between fragmentation and digging time is 0.0741 for the Komatsu PC-2000 (very weak). It is suspected that there are other factors, possibly due to rock hardness, geological conditions, excavator conditions and equipment operation factors.
Copyrights © 2025