Pantai Sebagin Kabupaten Bangka Selatan merupakan kawasan pesisir dengan potensi ekologis dan ekonomi yang signifikan, namun mengalami tekanan lingkungan akibat meningkatnya aktivitas antropogenik. Penelitian ini merupakan kajian awal menilai kualitas perairan Pantai Sebagin menggunakan indeks komposit Water Quality Index (WQI) berdasarkan pembobotan (Effendi, 2003). Evaluasi kualitas air dilakukan menggunakan sembilan parameter fisika-kimia yang dianalisis berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (Kepmen LH) No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut dan metode WQI. Hasil analisis menunjukkan parameter seperti oksigen terlarut (DO = 8,03 mg/L), pH (7,93), suhu (29,17 °C), salinitas (25,67 ppt), dan total padatan tersuspensi (TSS = 32,03 mg/L) berada dalam kisaran baku mutu dan mendukung keberlangsungan biota laut. Akan tetapi, beberapa parameter seperti amoniak (6,11 mg/L), nitrat (2,82 mg/L), fosfat (0,42 mg/L), dan biochemical oxygen demand (BOD = 38,47 mg/L) telah melampaui ambang batas yang ditentukan. Hasil analisis nilai indeks WQI yang diperoleh adalah 747,18 yang mengindikasikan perairan Pantai Sebagin tergolong tercemar berat. Temuan ini menunjukkan bahwa beban nutrien dan bahan organik yang tinggi telah menurunkan kualitas perairan, sehingga diperlukan strategi pengelolaan pesisir berbasis ekosistem. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan pengendalian limbah pesisir dan perencanaan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kata kunci: kualitas perairan, Water Quality Index (WQI), beban nutrien, Pantai Sebagin, pengelolaan pesisir
Copyrights © 2026