Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Bea Cukai Provinsi Lampung dalam mengawasi peredaran rokok ilegal serta meninjau pelaksanaannya dalam perspektif Fiqh Siyasah Tanfidziyah. Peredaran rokok ilegal di Indonesia merupakan permasalahan yang masih marak terjadi dan menimbulkan dampak ekonomi yang besar, khususnya dalam mengurangi penerimaan negara dari sektor cukai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi di lingkungan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bea Cukai Lampung telah menjalankan fungsi pengawasan secara sistematis melalui operasi pasar, sosialisasi, dan penindakan terhadap pelaku peredaran rokok ilegal. Namun, pengawasan tersebut masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, luasnya wilayah kerja, serta rendahnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan konsekuensi hukum peredaran rokok ilegal. Dalam perspektif Fiqh Siyasah Tanfidziyah, peran Bea Cukai ini merupakan bagian dari kewenangan pemerintah (al-sulthah al-tanfidziyah) dalam menjaga kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah), melindungi harta publik (hifz al-mal), dan menegakkan keadilan sesuai prinsip syariat Islam. Dengan demikian, pelaksanaan pengawasan oleh Bea Cukai Lampung telah sejalan dengan nilai-nilai siyasah syar’iyyah, meskipun perlu peningkatan efektivitas dan edukasi hukum kepada masyarakat.
Copyrights © 2026