Transisi menuju ekonomi hijau menuntut ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi hijau yang memadai, khususnya pada kelompok angkatan kerja muda yang akan mendominasi pasar tenaga kerja Indonesia dalam beberapa dekade mendatang. Namun demikian, mekanisme bagaimana praktik Green Human Resource Management (GHRM) berkontribusi terhadap pembentukan kompetensi hijau individu masih belum banyak dikaji, terutama melalui pendekatan etika lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GHRM terhadap kompetensi hijau dengan peran mediasi etika lingkungan pada angkatan kerja muda Indonesia yang mencakup generasi Z dan milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 251 responden yang termasuk dalam kategori angkatan kerja aktif berusia 15–45 tahun dari berbagai sektor pekerjaan. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa GHRM berpengaruh positif terhadap etika lingkungan dan kompetensi hijau. Selain itu, etika lingkungan terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara GHRM dan kompetensi hijau. Temuan ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai etika lingkungan sebagai mekanisme kunci dalam penerjemahan praktik GHRM menjadi kompetensi hijau individu. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur GHRM serta implikasi praktis bagi organisasi dan pembuat kebijakan ketenagakerjaan dalam pengembangan tenaga kerja hijau di Indonesia.
Copyrights © 2026