Riset ini mengkaji bagaimana lingkungan kerja, budaya organisasi, dan kompetensi karyawan berkontribusi dalam meningkatkan prestasi kerja aparatur sipil negara pada instansi Dinas Kesejahteraan Sosial di wilayah Kabupaten Puncak, dengan dorongan kerja berperan sebagai variabel perantara. Studi ini menerapkan rancangan riset dengan pendekatan kuantitatif yang mengikutsertakan semua partisipan. Data dikumpulkan melalui instrumen angket yang tersusun sistematis dan diolah menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial melalui aplikasi SmartPLS. Temuan menunjukkan lingkungan kerja menunjukkan dampak yang bermakna dan positif secara statistik pada prestasi kerja pegawai ASN. Sebaliknya, budaya organisasi dan kompetensi karyawan mengindikasikan adanya dampak positif namun tidak bermakna secara statistik pada prestasi kerja. Lebih lanjut, lingkungan kerja ditemukan memberikan pengaruh yang bermakna dan positif terhadap dorongan kerja, sedangkan budaya organisasi mengindikasikan korelasi positif tetapi tidak bermakna dengan dorongan kerja. Kompetensi karyawan, di sisi lain, memberikan dampak yang bermakna dan positif pada dorongan kerja pegawai sehingga secara signifikan meningkatkan kinerja Aparat Sipil Negara. Hasil analisis jalur menunjukkan motivasi kerja berfungsi sebagai mediator parsial dalam hubungan antara lingkungan kerja dan kompetensi karyawan terhadap hasil kinerja. Namun, dorongan kerja tidak berperan sebagai variabel perantara dalam hubungan antara budaya organisasi dengan prestasi kerja ASN.
Copyrights © 2026