Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat implementasi tata kelola Teknologi Informasi di Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas menggunakan kerangka kerja COBIT 5. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi beberapa isu yang diidentifikasi terkait dengan responsivitas layanan TI, manajemen kontinuitas, tata kelola risiko, dan optimasi sumber daya, yang sangat penting untuk memastikan layanan perpustakaan yang andal dan berkelanjutan. Pendekatan studi kasus deskriptif digunakan, yang melibatkan pengumpulan data melalui tinjauan pustaka, observasi langsung, wawancara terstruktur, dan kuesioner yang dibagikan kepada 16 responden yang terdiri dari kepala perpustakaan, pustakawan, dan staf TI. Penilaian difokuskan pada empat proses COBIT 5, yaitu DSS02 (Manajemen Permintaan Layanan dan Insiden), DSS04 (Manajemen Kontinuitas), EDM03 (Optimasi Risiko Terjamin), dan EDM04 (Optimasi Sumber Daya Terjamin). Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kemampuan rata-rata yang diperoleh dari semua domain penilaian adalah 4,06, menunjukkan proses yang dapat diprediksi di mana praktik tata kelola TI telah didefinisikan dengan baik, diukur, dan diimplementasikan secara konsisten. Skor kemampuan tertinggi dicapai pada DSS02 (4,24), sedangkan DSS04 mencatat skor terendah (3,95), yang menyoroti kelemahan dalam pemulihan bencana dan manajemen keberlanjutan bisnis. Keunikan studi ini terletak pada penerapan pengukuran tingkat kemampuan COBIT 5 dalam konteks perpustakaan umum, yang memberikan bukti empiris dan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kematangan tata kelola TI dan mendukung penyediaan layanan publik yang berkelanjutan dan berorientasi pada nilai.
Copyrights © 2026