Dampak negatif yang ditimbulkan terhadap lingkungan oleh peningkatan penggunaan TIK menjadi tantangan baru yang harus dihadapi. Saat ini Universitas Brawijaya berkomitmen mewujudkan Green Campus. Brawijaya Language Center (BLC) idealnya mulai menerapkan Green IT sebagai unit yang berada dibawah naungan Universitas Brawijaya. Oleh karena itu BLC sebagai sebuah unit bisnis, adopsi Green IT mutlak diperlukan bukan hanya untuk menjaga lingkungan dari limbah elektronik, tetapi juga untuk menekan biaya investasi dan operasional TI agar lebih hemat dan efektif. Berdasarkan hal tersebut peneliti hendak menganalisis penerapan Green IT di BLC, mengetahui tingkat Green IT maturity, serta memberikan rekomendasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja Technology-Organization-Environment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan BLC mulai mengadopsi beberapa praktik Green IT, tetapi belum ada strategi yang jelas dan terstruktur. Tingkat Green IT Maturity pada Brawijaya Language Center berada pada level 2 atau Basic. Rekomendasi yang diberikan ialah peningkatan wawasan dan kesadaran, pembuatan pedoman dan kebijakan tertulis, kebijakan pengadaan perangkat TI yang ramah lingkungan, serta melakukan monitoring dan evaluasi rutin.
Copyrights © 2026