Banyaknya pelanggan yang tidak melakukan pembayaran tagihan air secara tepat waktu menyebabkan ketidakstabilan pendapatan pada laporan Data Rekening Ditagih (DRD) yang disusun oleh petugas Perumda Air Minum Tirta Lestari Kabupaten Tuban setiap bulannya. Selain itu, petugas belum memiliki sistem untuk memprediksi keterlambatan pembayaran pelanggan pada periode mendatang. Penelitian ini bertujuan membangun model regresi linier berganda untuk memprediksi keterlambatan pembayaran pelanggan di 16 wilayah Kabupaten Tuban menggunakan 140.656 transaksi pembayaran periode Juni 2024 hingga Mei 2025 dari 28.669 pelanggan. Model menghasilkan nilai R² sebesar 0,8132 yang menunjukkan kemampuan menjelaskan 81,32% variasi keterlambatan pembayaran. Nilai RMSE sebesar 7,00 menunjukkan rata-rata kesalahan prediksi sekitar 7 hari, dengan MSE 49,0398 dan MAE 5,45 hari. Hasil prediksi divisualisasikan dalam dashboard Google Looker Studio. Lima wilayah dengan prediksi keterlambatan tertinggi periode Juni 2025 adalah Rengel (26 hari), Plumpang (24 hari), Grabagan (21 hari), Parengan (21 hari), dan Tambakboyo (20 hari). Berdasarkan kuesioner petugas Hubungan Langganan, dashboard terbukti efektif membantu pemahaman kondisi pelanggan dan mendukung pengambilan keputusan strategis terkait penagihan serta evaluasi kinerja wilayah.
Copyrights © 2026