Industri konstruksi di Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh metode konvensional dalam perencanaan dan pengelolaan biaya proyek, khususnya pada tahap perhitungan volume dan estimasi anggaran yang berbasis gambar dua dimensi dan perhitungan manual. Seiring dengan Revolusi Industri 5.0, penerapan Building Information Modeling (BIM) menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam manajemen konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah memodelkan 3D pada pembangunan yang ditinjau untuk efektifitas pengendalian volume secara presisi. Penelitian ini menerapkan BIM dan menggunakan alat bantu software Autodesk Revit 2024 untuk menghitung volume secara terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BIM sampai level 3D menghasilkan output berupa volume pekerjaan pengecoran sebesar: 2.201m3 dan pekerjaan pembesian sebesar: 341.754kg perhitungan volume yang lebih akurat karena kuantitas diperoleh langsung dari model 3D serta mampu memperbarui volume secara real-time ketika desain dirubah, sehingga meningkatkan efisiensi estimasi dan mengurangi risiko deviasi anggaran yang disebabkan oleh perubahan desain. Hasil pada software Autodesk Revit menunjukkan bahwa 4,41% lebih efektif daripada metode konvensional.
Copyrights © 2026