Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri gula yang memiliki potensi bahaya tinggi, baik dari faktor teknis maupun perilaku kerja. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi bahaya dan risiko kerja pada proses produksi gula di PT. X menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan penelaahan dokumen K3, termasuk laporan tahun 2024 yang mencatat enam kasus Lost Time Injury (LTI) dan tiga kecelakaan berat. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar aktivitas berada pada tingkat risiko sedang hingga tinggi, terutama di area penggilingan dan evaporasi. Pengendalian dilakukan melalui rekayasa teknis, prosedur administratif, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Disarankan agar perusahaan memperkuat kepatuhan penggunaan APD, meningkatkan pelatihan dan pengawasan rutin, serta mengevaluasi efektivitas pengendalian untuk mendukung budaya K3 yang proaktif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025