Lahan pekarangan masyarakat di Desa Palaes memiliki potensi untuk dibudidaya berbagai spesies Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pada saat ini belum semua pekarangan masyarakat dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya TOGA, masih ada beberapa pekarangan yang kosong dan tidak dimanfaatkan untuk TOGA. Informasi mengenai pemanfaatan dan konservasi TOGA yang masih kurang mengakibatkan anak-anak tidak mengenal obat tradisional sehingga kecintaan anak-anak terhadap obat asli Indonesia kurang. Ketidaktahuan masyarakat terhadap pemanfaatan konservasi TOGA menyebabkan masyarakat tidak menanam TOGA pada lahan pekarangnnya. Pengetahuan dan keterampilan ini perlu ditanamkan sejak dini yaitu masa pendidikan dasar. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra, perlu adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra dalam pemanfaatan dan konservasi TOGA. Pemahaman dan keterampilan pemanfaatan dan konservasi TOGA dapat diberikan sejak dini yaitu pada jenjang sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra dalam pemanfaatan dan konservasi tanaman obat keluarga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yaitu melalui ceramah, diskusi, pemutaran video, praktek lapangan, pendampingan dan monitoring. Hasil kegiatan didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan mitra tentang pemanfaatan dan konservasi tanaman obat keluarga. Penggunaan berbagai metode seperti ceramah, diskusi, pemutaran video dan pembelajaran di luar kelas membangkitkan semagat mitra dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan ini memberikan hasil yang positif bagi sekolah terutama para siswa yang dengan antusias terhadap pemanfaatan dan konservasi tanaman obat keluarga. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan literasi siswa mengenai tanaman obat, tetapi juga mendukung terbentuknya perilaku peduli kesehatan dan lingkungan yang berbasis pada potensi lokal serta peran aktif keluarga dan sekolah.
Copyrights © 2025