Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah masih sering ditemukannya miskonsepsi pada siswa sekolah dasar dalam memahami materi IPAS, khususnya cahaya dan sifat-sifatnya. Miskonsepsi tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep sejak awal, tetapi juga oleh faktor internal seperti kurang percaya diri, malu untuk bertanya, serta rendahnya motivasi belajar. Akibatnya, siswa membentuk pemahaman sendiri yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa kelas V SD Negeri Babad 02 terhadap materi cahaya dan sifat-sifatnya menggunakan instrumen Two Tier Multiple Choice (TTMC). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek 12 siswa kelas V dan guru kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes bentuk TTMC, serta dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa 29,66% siswa mengalami miskonsepsi, 26,00% tidak memahami konsep, 17,66% mengalami salah konsep, dan 26,66% memahami konsep dengan baik. Miskonsepsi ditemukan hampir di seluruh submateri, seperti pembiasan cahaya, cahaya merambat lurus, pemantulan cahaya, penggunaan cermin, cahaya menembus benda bening, dan penguraian cahaya. Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara dan observasi yang menunjukkan bahwa siswa sering menjawab berdasarkan tebakan atau mengikuti teman, serta tidak percaya diri untuk bertanya. Faktor lain seperti keterbatasan media pembelajaran dan dominasi metode ceramah juga turut memengaruhi rendahnya pemahaman konsep.
Copyrights © 2026