Latar belakang dari penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan cacah. Permasalahan ini disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. sehingga menimbulkan kejenuhan dan berdampak pada hasil belajar yang belum memenuhi kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa kelas experiment dengan kelas kontrol dengan mengimplementasikan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) keranjang materi operasi hitung bilangan cacah pada SD Negeri Lempongsari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi ekperimen. Sampel penelitian dari dua kelas III SD Negeri Lempongsari yaitu kelas III B sebagai kelas ekperimen yang menggunakan model Problem Based Learaning (PBL) dan kelas III A sebagai kelas kontrol yang menggunakan konvensional. Pengumpulan data meliputi tes pemahaman konsep, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi. Analisis data dilakukakn dengan uji T untuk mengetahui perbedaan hasil post-test antara kelas ekperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Kelas yang mendapatkan model Problem Based Learning(PBL) menunjukan peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelas yang menggunakan konvensional. Nilai tersebut terlihat pada kelas yang konvensional memperoleh nilai dengan rata-rata 73,8 sedangkan kelas yang menggunakan model pembelajarn memiliki nilai rata-rata 81,1. Hasil perhitungan diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,007 yang berarti lebih kecil dari 0,05, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep materi operasi hitung bilangan cacah pada mata pelajaran matematika.
Copyrights © 2026