Penggunaan zat aditif dalam pangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pangan tetapi masih sering terjadi penyalahgunaan zat aditif yang dilarang, seperti boraks dan formalin. Boraks dan formalin dapat terakumulasi di tubuh dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, oleh karena itu masyarakat perlu mengetahui deteksi dini secara sederhana untuk mengetahui kandungan boraks dan formalin di dalam suatu bahan makanan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan edukatif dan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi serta pendampingan pengujian sampel secara kualitatif. Hasil dari kegiatan ini 100% warga memahami bahaya boraks dan formalin. Selain itu, antusiasme warga untuk melanjutkan program juga terlihat dari 9 orang menyatakan sangat setuju untuk dilanjutkan dan 11 orang setuju untuk dilanjutkan. Dengan demikian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kelurahan Jagakarsa berhasil meningkatkan pemahaman mitra mengenai bahaya zat aditif dan deteksi dini yang aplikatif
Copyrights © 2026