Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) telah mengalami pertumbuhan signifikan seiring dengan peningkatan minat peserta dari berbagai negara. Lagu tradisional berfungsi sebagai alat yang efisien untuk menggabungkan pengajaran bahasa dan budaya. Namun, implementasinya dihadapkan pada sejumlah hambatan yang membuat pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal. Kajian ini bertujuan untuk menguraikan tantangan penggunaan lagu daerah sebagai sarana pendidikan untuk menjadi landasan evaluasi dan perbaikan di masa mendatang. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga hambatan utama dalam penerapan lagu tradisional sebagai media pembelajaran BIPA, yaitu: variasi latar belakang budaya peserta, keterbatasan sumber daya dan materi ajar BIPA yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa dan konteks budaya, serta keterbatasan fasilitas seperti audio-visual dan teknologi. Fokus kajian ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih menekankan efektivitas penggunaannya, sehingga memberikan kontribusi penting sebagai dasar untuk pengembangan strategi dan solusi. Temuan ini diharapkan menjadi panduan bagi pendidik dan pengembang materi ajar untuk memaksimalkan potensi lagu tradisional sebagai sarana pendidikan yang efektif dan kontekstual.
Copyrights © 2026