Meskipun potensi zakat di Indonesia besar, tingkat kepatuhan masyarakat, termasuk di Sumatera Selatan, masih rendah karena banyak yang menyalurkan zakat secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi persuasif yang diterapkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Selatan untuk meningkatkan partisipasi muzakki. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam dengan lima informan kunci, dan dokumentasi kegiatan IZI, dianalisis dengan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan). Adapaun teori yang digunakan adalah Teori Kemungkinan Elaborasi (ELM). Hasil menunjukkan pola komunikasi IZI mengintegrasikan jalur pusat dan periferal menurut Teori Kemungkinan Elaborasi (ELM). Jalur pusat ditunjukkan melalui penyajian informasi regulasi, perhitungan zakat, dan transparansi laporan program, sedangkan jalur periferal diwujudkan melalui konten visual, narasi emosional, dan interaksi tatap muka yang menekankan kedekatan sosial dan nilai kemanusiaan. Kolaborasi internal dan dukungan eksternal, termasuk tokoh agama, relawan, dan mitra komunitas, memperkuat legitimasi dan jangkauan pesan. Pendekatan ini memengaruhi perubahan sikap masyarakat, terlihat dari peningkatan interaksi, konsultasi, dan keputusan menjadi donatur tetap, menegaskan bahwa kombinasi strategi rasional dan emosional, didukung transparansi dan bukti dampak program, efektif dalam meningkatkan minat berzakat melalui lembaga resmi
Copyrights © 2026