Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ARAB COMMUNITIES ADAPTATION PATTERNS IN PALEMBANG SOCIO-HISTORICAL STUDY OF THE PEOPLE IN KAMPUNG AL MUNAWAR Henny Yusalia
Journal of Malay Islamic Studies Vol 1 No 1 (2017): Journal of Malay Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jmis.v1i1.3789

Abstract

Arab communities who live in Kampung Al Munawar can be regarded as one of the oldest Arab ethnic settlements in Palembang. They came with the intention of bringing trade missions and religious symbols of Islam. Despite coming from other areas, this community is able to adapt well and is even recognized as Palembang people. This research conducted by socio-historical approach successfully demonstrates that there are many ways to adapt, which are demonstrated through the use of language, housing, socialization, and the adoption of various matters related to the culture developed in the community. The most important thing is the similarity in the religious affiliations. The religious factor becomes the important key which makes the adaptation can take place easily.
PENGARUSUTAMAAN GENDER (PUG) DALAM TANTANGAN BUDAYA PATRIARKI Henny Yusalia
Wardah Vol 15 No 2 (2014): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.901 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v15i2.198

Abstract

The term gender mainstreaming (PUG) refers to the understanding that the concept of gender should be encouraged to be understood by the public. Which emphasizes the aspect of gender equality and social justice role, must be maximized, so that domination and "oppression" of women can be minimized. PUG concept inevitably be faced with socio-cultural and political realities of society, which is still very dominant with a patriarchal culture. The power of patriarchal culture (male power) already attached so strong in the community, even the legitimacy of the woman. This article also wants to raise the issue of the implementation of gender mainstreaming in the context of the strong theoretical patriarchy. This theoretical study shows that the various elements of society, patriarchal culture is still maintained and there is justification to continue. Eventhough, it also related to religious beliefs and traditions that take place. On the other side of a patriarchal culture has also strengthened with the emergence of popular culture which emphasizes aspects of the material, so that women often used as commodities. This further reinforces the patriarchal culture, as well as challenges for PUG.
ULAMA DAN POLITIK Tinjauan Peran Abdurrahman Wahid Dalam Perpolitikan Indonesia Henny Yusalia
Wardah Vol 12 No 1 (2011): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.391 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v12i1.229

Abstract

Clergy involvement in politics is a political reality in Indonesia. It can not be removed from the dynamics of history and journey of this nation. One scholar who has a major influence is the KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). His figure is important because the political dynamics of Indonesia also can not be released from his position. In the new order, Gus Dur was heavily involved in the position of NU activists in Islamic organizations. Through these organizations, Gus Dur can enter the territory of Indonesia's political and participate in relationships with various other parties, especially the political figures who was still active.In the era of reform, Gus Dur precisely into the active region of practical politics by founding the National Awakening Party. Until eventually became president of Indonesia. Abdurrahman, the more shows that the activity of the clergy, as a religious leader, can not be separated from the role in the political realm. Indonesia's political and has its own distinctive characteristics, namely the dynamics and patterns have a close relationship between the clergy and politics
POLIGAMI DAN BATASANNYA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Henny Yusalia
Wardah Vol 14 No 1 (2013): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.346 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v14i1.251

Abstract

Polygamy is a concept that is often caused controversy. This becomes crucial because it relates to various aspects of polygamy sensitive. However, in the viewpoint of Islam, polygamy is legally recognized, although it does not specify as a liability. The emergence of polygamy provisions would not be separated from how the decline in the verse. This aspect will be a major influence. Doing polygamy has major provisions is not easy. There are requirements that must be met by the person who will do polygamy. Polygamy is allowed, but must comply with the main provisions, in order to stay on the desired corridor. This relates to the meaning and wisdom of the permissibility of polygamydown to the lowest place.
Dinamika Penerapan Khilafah Sebuah Tinjauan Sosio-Historis Henny Yusalia
Wardah Vol 17 No 2 (2016): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.26 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v17i2.964

Abstract

Abstract: The idea of Islamic rule, commonly called the Khilafah Islamiyah, a controversy which almost endless. This form movement persists and even already in various countries. Khilafah Islamiyah era used to be an inspiration to form the Islamic system of government at this time. But it can not be denied also that in the context of the current modern state that has established administrative boundaries, by considering various things as forming the country, then the idea of the Khilafah Islamiyah in the form of cross-border state administrative problem. Variations understanding of the Khilafah Islamiyah, led to the adoption of this concept will always be at the limit mere ideals. The unification of perception and understanding, it is difficult to achieve because each human being has a variety of logical thinking. This paper is not the result of the study, but based in-depth study about the idea, and its reflection in the context of the modern state.
Strategi Komunikasi Humas Perumda Tirta Musi dalam Mengelola Citra Perusahaan Algiffari, Brillian Akbar; Yusalia, Henny
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai entitas publik, Perumda Tirta Musi menghadapi ekspektasi tinggi dari masyarakat akan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas layanan. Di sisi lain, sebagai badan usaha milik daerah, perusahaan ini juga dituntut untuk efisien dalam menghasilkan keuntungan. Dalam konteks ini, strategi komunikasi yang efektif menjadi instrumen vital dalam menjembatani berbagai kepentingan stakeholder dan membangun citra positif perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif strategi komunikasi yang diterapkan oleh Humas Perumda Tirta Musi dalam upayanya mengelola citra perusahaan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini akan mengeksplorasi berbagai aspek strategi komunikasi, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi, serta bagaimana strategi tersebut berdampak pada persepsi stakeholder dan citra perusahaan secara keseluruhan. Strategi komunikasi Perumda Tirta Musi mencerminkan pendekatan yang matang dan cermat dalam mengelola hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor wilayah publik yang penting. Dengan terus beradaptasi dengan lanskap komunikasi yang berubah, memanfaatkan teknologi baru dan mempertahankan komitmen terhadap transparansi dan keterlibatan pemangku kepentian, Perumda Tirta Musi berada pada posisi yang tepat untuk mempertahankan dan meningkatkan reputasinya sebagai perusahaan pengelola air yang bertanggung jawab dan inovatif.
Konstruksi Identitas Remaja Dalam Pemakaian Tas Branded: Studi Kasus Pada Mahasiswa FEBI Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Junita, Susan; Yusalia, Henny; Indasari, Fera
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8747

Abstract

Konstruksi identitas adalah proses dimana seseorang membangun, mendefinisikan, memproyeksikan gambar dirinya melalui interaksi dengan simbol-simbol tertentu di lingkungan sosial dan budaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana mahasiswa mengkonstruksikan identitas dirinya dalam pemakaian tas branded. Identitas sebagai peran yang dimainkan di depan audiens sosial dengan menggunakan simbol seperti fashion, gaya bicara, atau aksesoris seperti tas branded untuk menyampaikan pesan tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang memungkinkan analisis mendalam mengenai konstruksi identitas seperti apa yang ingin disampaikan oleh pemakai tas branded. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa membangun makna menggunakan tas branded sebagai cara untuk menunjukkan gaya hidup, selera fashion, dan kelas sosial mereka yang dianggap dapat meningkatkan rasa percaya diri, memberikan validasi sosial, dan membangun citra diri yang diinginkan dilingkungan kampus. Selain itu, proses pembentukan makna melalui pemakaian tas branded dipengaruhi oleh interaksi yang kompleks antara individu, faktor-faktor seperti pengaruh teman sebaya, media sosial, dan tekanan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus menjadi pendorong utama pembentukan identitas mahasiswa melalui pemakaian tas branded.  
Konstruksi Makna Makam Bersejarah dalam Pengembangan Wisata Religi di Makam Kawah Tekurep dan Kambang Koci Palembang: Sosial dan budaya Azarkasyi, Badarudin; Yusalia, Henny; Budianto, Kun; Nur Kamila, Suci
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana konstruksi makna yang terbangun di kalangan peziarah terhadap Makam Kawah Tekurep dan Kambang Koci dalam konteks pengembangan pariwisata relidi di Palembang. Secara metodologis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memang terdapat semacam bangunan makna tersendiri yang dibangun oleh para peziarah tentang makam Kawah Tekurep dan Kambang Koci. Bangunan makna ini terkait dengan keyakinan terhadap para pendahulu dan tokoh-tokoh penting yang dimakamkan di kawasan tersebut. Selain itu terdapat juga makna penting bagi peziarah bahwa mendatangi makam adalah bentuk penghormatan terhadap pendahulu. Terdapat juga makna bahwa kawasan ini adalah kawasan suci yang harus dipelihara dan diperhatikan dengan baik. Penelitian ini merekomendasikan bahwa adanya makna-makna tersebut bisa digunakan sebagai salah satu unsur penting untuk kekuatan dalam mengembangkan makam menjadi sebuah kawasan yang potensial menjadi wilayah wisata religi.
Akomodasi Komunikasi Antar Budaya dalam Pernikahan Lintas Suku di Desa Teluk Payo Rosalinda, Riski Saleha; Yusalia, Henny; Ningsih, Chairunnisah Putri Ayu
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 4 (2025): EduTIK : Agustus 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/s9e5ah88

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses akomodasi komunikasi dalam pernikahan beda suku di Desa Teluk Payo, yang mayoritas penduduknya bersuku Bugis. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana akomodasi komunikasi terjadi serta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara untuk memahami pengalaman serta perspektif pasangan, keluarga, dan tokoh masyarakat. Teori akomodasi komunikasi oleh Howard Giles menjadi kerangka analisis yang menjelaskan penyesuaian perilaku individu dalam interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akomodasi komunikasi melibatkan penyesuaian utama seperti konvergensi, di mana pasangan beradaptasi dengan gaya komunikasi satu sama lain untuk mengurangi perbedaan. Divergensi juga digunakan secara selektif untuk mempertahankan identitas suku, terutama dalam konteks tradisi tertentu. Faktor pendorong akomodasi meliputi saling percaya, kesabaran, keterbukaan untuk belajar budaya pasangan, serta dukungan keluarga. Sebaliknya, penghambat akomodasi mencakup perbedaan bahasa signifikan, stereotip negatif, dan kurangnya pemahaman mendalam tentang kebiasaan atau nilai-nilai suku pasangan.
Penerapan Strategi Komunikasi Eksternal dalam Meningkatkan Loyalitas Mitra CV. Artha Rasindo Anjelina, Lia Lestari; Yusalia, Henny; Farid, M. Mifta
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi eksternal yang diterapkan oleh CV. Artha Rasindo Palembang dalam meningkatkan kepercayaan mitra. Kepercayaan mitra merupakan faktor kunci dalam menjaga kelangsungan kerja sama bisnis, khususnya pada perusahaan distribusi produk makanan beku yang beroperasi di tengah persaingan ketat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap mitra perusahaan serta analisis dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk melihat pola strategi komunikasi eksternal yang dijalankan perusahaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. Artha Rasindo menekankan komunikasi personal melalui tenaga sales dan SMD (Sales Marketing Development) yang berperan sebagai ujung tombak penyampaian informasi produk, promosi, serta penanganan keluhan mitra secara langsung. Strategi ini dianggap efektif karena mitra merasa lebih dihargai melalui interaksi tatap muka, sehingga kepercayaan dan loyalitas dapat terbangun. Selain itu, perusahaan juga menjaga legalitas transaksi melalui faktur resmi dan kepatuhan pada pajak, serta melakukan klarifikasi langsung oleh manajemen ketika terjadi kendala. Upaya eksternal lain seperti sponsorship acara konser, demo masak, dan pemanfaatan media sosial brand Cedea turut mendukung penguatan citra perusahaan sekaligus memberikan keuntungan strategis bagi mitra dalam memasarkan produk.Dengan demikian, strategi komunikasi eksternal CV. Artha Rasindo tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun hubungan jangka panjang yang berlandaskan kepercayaan. Temuan ini sejalan dengan teori strategi 5P Mintzberg yang menekankan pentingnya perencanaan, pola konsistensi, manuver promosi, posisi kompetitif, serta perspektif jangka panjang dalam strategi bisnis.