Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan masyarakat, terutama di Kabupaten Musi Banyuasin yang mencatat angka kasus cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan menguraikan bentuk komunikasi edukasi yang diberikan tenaga kesehatan kepada ibu hamil serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaan edukasi pencegahan stunting di Puskesmas Babat Toman. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dilakukan melalui penyebaran brosur, penyelenggaraan kelas ibu hamil, kunjungan rumah, pemberian makanan tambahan (PMT), serta kegiatan penyuluhan di posyandu yang disampaikan dengan pendekatan persuasif untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku ibu hamil. Hambatan yang diidentifikasi meliputi rendahnya pemahaman ibu hamil, pengaruh budaya, keterbatasan tenaga dan waktu, minimnya sarana pendukung, serta kurangnya alokasi pendanaan. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi edukasi berperan penting dalam upaya pencegahan stunting, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kecukupan sumber daya, pemilihan strategi komunikasi yang tepat, serta kemampuan tenaga kesehatan menyesuaikan bentuk edukasi dengan karakteristik penerima pesan.
Copyrights © 2026