Di era globalisasi, media massa memainkan peran sentral dalam membentuk opini publik terhadap isu-isu kemanusiaan dan keagamaan, termasuk gerakan boikot produk Israel. Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membingkai realitas sosial melalui sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media arus utama, CNN Indonesia dan TV One, memframing wacana Islam dalam isu boikot produk Israel. Permasalahan yang dikaji mencakup strategi framing serta representasi nilai keislaman dalam pemberitaan kedua media. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-kritis, dan teori framing Robert Entman dijadikan sebagai kerangka analisis utama. Data diperoleh melalui dokumentasi berita daring dari Oktober 2023 hingga pertengahan 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media menggunakan wacana Islam sebagai dasar legitimasi gerakan boikot, namun dengan pendekatan yang berbeda. CNN Indonesia cenderung menyajikan pemberitaan secara faktual dan netral, sedangkan TV One lebih menonjolkan narasi religius dan preskriptif. Keduanya tidak memberikan ruang bagi narasi tandingan serta memperkuat posisi Islam sebagai aktor moral dalam konflik global Palestina–Israel. Hasil ini penting karena menunjukkan bagaimana konstruksi wacana keagamaan di media dapat memengaruhi persepsi dan sikap publik terhadap isu global.
Copyrights © 2026