Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transisi ekonomi Indonesia dan Filipina dalam perspektif pembangunan ekonomi dengan menelusuri perubahan struktur ekonomi sejak 1960 hingga era reformasi. Kajian dilakukan dengan menganalisis kondisi ekonomi secara umum, sektor ekonomi khusus yang menjadi penopang utama pemulihan, serta kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa transisi setelah kejatuhan rezim pemerintahan. Filipina mengawali masa transisinya setelah kejatuhan Ferdinand Marcos pada tahun 1986, yang dipicu oleh krisis ekonomi yang berlangsung panjang dan mencapai puncaknya pada kontraksi tajam tahun 1984- 1985. Sementara Indonesia mengalami transisi ketika krisis moneter Asia pada 1997-1998 menyebabkan keruntuhan ekonomi dan memicu perubahan politik menuju era Reformasi. Hasil menunjukkan bahwa kedua negara mengimplementasikan pendekatan yang berbeda: Filipina mengadopsi liberalisasi ekonomi dan remitansi tenaga kerja sebagai strategi utama, sedangkan Indonesia menekankan reformasi struktural, stabilisasi fiskal, dan penguatan sektor industri dan UMKM. Penelitian ini menegaskan perbedaan strategi pembangunan nasional yang dipilih kedua negara dan memberikan pemahaman mengenai pengaruh konteks politik terhadap efektivitas kebijakan ekonomi
Copyrights © 2026