Kebijakan Feeder Wira-Wiri Suroboyo merupakan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan keterjangkauan dan integrasi sistem transportasi publik, khususnya pada aspek first mile dan last mile menuju Suroboyo Bus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut berdasarkan enam kriteria evaluasi kebijakan William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder berupa regulasi, laporan kinerja Dinas Perhubungan, serta literatur ilmiah terkait kebijakan transportasi perkotaan. Analisis dilakukan dengan membandingkan tujuan kebijakan dengan capaian implementasi menggunakan kerangka evaluasi Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan Feeder Wira-Wiri telah cukup efektif dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarmoda melalui pengoperasian 12 koridor dan 52 unit armada yang melayani sekitar 2.500 penumpang per hari. Dari aspek efisiensi, penggunaan armada berkapasitas kecil sesuai dengan karakteristik jalan lingkungan, meskipun frekuensi dan sinkronisasi jadwal masih perlu ditingkatkan. Aspek kecukupan dan pemerataan menunjukkan perluasan jangkauan layanan, namun distribusi armada antar koridor belum sepenuhnya seimbang. Responsivitas tercermin dari tingginya minat pengguna, sedangkan ketepatan kebijakan terlihat dari kemampuannya menjawab kebutuhan aksesibilitas kawasan permukiman menuju moda transportasi massal. Secara keseluruhan, kebijakan Feeder Wira-Wiri berkontribusi positif dalam mendukung sistem transportasi publik terintegrasi di Kota Surabaya, namun masih memerlukan penguatan integrasi operasional dan pemerataan layanan agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025