Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Fasilitator Puspaga dalam Pelaksanaan Sosialisasi Parenting dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di DP3APPKB Kota Surabaya Zumroh, Alifatul Reniwati; Kamariyah, Sri; Sholichah, Nihayatus; Dwijosusilo, Kristyan; Widyawati, Widyawati; Fatah, Zainal; Wirawan, Dandi Patrija
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1352

Abstract

Child parenting is a crucial aspect in supporting optimal child development; however, it continues to face various challenges, including limited parental knowledge, low family communication skills, and the persistence of violence against children. The Surabaya City Government, in collaboration with the National Population and Family Planning Board (BKKBN), initiated the Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Program as a family-based educational intervention implemented through the Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) services. This community service article aims to describe the role of PUSPAGA facilitators in the implementation of parenting socialization and the SOTH Program at DP3APPKB Surabaya City, particularly through the involvement of students from the Certified Internship and Independent Study Program (MSIB) Batch 5 at the neighborhood (Balai RW) level in Margorejo Sub-district. A participatory approach was employed by directly involving students in socialization activities and educational assistance within the community. The results indicate an improvement in parents’ understanding and awareness of positive parenting practices, effective family communication, and the prevention of child and adolescent issues. Furthermore, the involvement of MSIB students strengthened the role of PUSPAGA facilitators as a bridge between government policies and community needs at the local level.
EVALUASI KEBIJAKAN PELAYANAN FEEDER WIRA-WIRI SEBAGAI TRANSPORTASI TERINTEGRASI DI KOTA SURABAYA Putra, Ryco Tarnuwardhana; Zumroh, Alifatul Reniwati; Pramudiana, Ika Devy
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3520

Abstract

Kebijakan Feeder Wira-Wiri Suroboyo merupakan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan keterjangkauan dan integrasi sistem transportasi publik, khususnya pada aspek first mile dan last mile menuju Suroboyo Bus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut berdasarkan enam kriteria evaluasi kebijakan William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder berupa regulasi, laporan kinerja Dinas Perhubungan, serta literatur ilmiah terkait kebijakan transportasi perkotaan. Analisis dilakukan dengan membandingkan tujuan kebijakan dengan capaian implementasi menggunakan kerangka evaluasi Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan Feeder Wira-Wiri telah cukup efektif dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarmoda melalui pengoperasian 12 koridor dan 52 unit armada yang melayani sekitar 2.500 penumpang per hari. Dari aspek efisiensi, penggunaan armada berkapasitas kecil sesuai dengan karakteristik jalan lingkungan, meskipun frekuensi dan sinkronisasi jadwal masih perlu ditingkatkan. Aspek kecukupan dan pemerataan menunjukkan perluasan jangkauan layanan, namun distribusi armada antar koridor belum sepenuhnya seimbang. Responsivitas tercermin dari tingginya minat pengguna, sedangkan ketepatan kebijakan terlihat dari kemampuannya menjawab kebutuhan aksesibilitas kawasan permukiman menuju moda transportasi massal. Secara keseluruhan, kebijakan Feeder Wira-Wiri berkontribusi positif dalam mendukung sistem transportasi publik terintegrasi di Kota Surabaya, namun masih memerlukan penguatan integrasi operasional dan pemerataan layanan agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan.