Tujuan penelitian ini mengkaji mengenai dampak sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru terhadap keberagaman sosial di lingkungan sekolah. Kajian dilakukan melalui telaah pustaka untuk mengidentifikasi perubahan komposisi peserta didik, dinamika interaksi sosial, serta implikasinya pada proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa zonasi memperluas akses pendidikan berbasis kedekatan domisili dan mendorong sekolah menerima peserta didik dengan latar belakang sosial ekonomi, kebiasaan, serta kesiapan belajar yang lebih beragam. Keberagaman tersebut berpotensi menjadi modal integrasi sosial melalui peningkatan toleransi dan kerja sama, tetapi juga dapat menimbulkan jarak sosial apabila budaya sekolah dan manajemen kelas tidak inklusif. Pada ranah pedagogis, heterogenitas siswa menuntut penyesuaian strategi pembelajaran, penerapan asesmen formatif, serta penguatan diferensiasi agar kebutuhan belajar yang beragam tetap terakomodasi. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan zonasi bergantung pada dukungan pemerataan mutu sekolah, kesiapan guru, dan penguatan kemitraan sekolah dengan masyarakat. Implikasi kajian mengarah pada perlunya strategi sekolah untuk mengelola keberagaman sebagai modal pendidikan, bukan sumber masalah.
Copyrights © 2026