Siswa SMP saat ini tumbuh dalam ekosistem digital yang sangat masif. Kemudahan transaksi melalui e-wallet, fitur top-up dalam permainan daring, serta godaan belanja daring melalui media sosial (social commerce) menciptakan perilaku konsumtif yang impulsif. Tanpa kontrol diri dan pengetahuan yang baik, siswa cenderung sulit membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), yang berpotensi menyebabkan perilaku boros sejak dini. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep dasar keuangan secara signifikan. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata Post-test sebesar 40% dibandingkan nilai Pre-test. Siswa kini mampu mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan mendesak dan keinginan konsumtif serta memahami prinsip dasar nilai waktu dari uang (time value of money).
Copyrights © 2026