Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Griya Satria Mekongga selama periode 2019–2020 melalui pendekatan rasio keuangan. Kinerja keuangan dipahami sebagai cerminan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya ekonomi secara efektif guna mendukung keberlanjutan usaha. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio likuiditas tidak dapat dihitung secara konvensional karena tidak terdapat kewajiban jangka pendek dalam struktur keuangan perusahaan. Rasio solvabilitas memperlihatkan tingkat ketergantungan terhadap pendanaan berbasis utang yang cukup tinggi, meskipun struktur permodalan masih berada dalam kondisi seimbang antara utang dan ekuitas. Rasio profitabilitas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, namun tingkat pengembalian atas aset dan modal masih relatif rendah. Rasio aktivitas menunjukkan adanya perbaikan efisiensi dalam pemanfaatan aset, meskipun tingkat perputaran aset dan modal kerja belum optimal. Temuan penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai kondisi kinerja keuangan perusahaan jasa di tingkat daerah serta menjadi bahan evaluasi bagi manajemen dalam merumuskan kebijakan keuangan yang lebih efisien dan berkelanjutan. This study aims to analyze the financial performance of PT Griya Satria Mekongga during the 2019–2020 period using a financial ratio approach. Financial performance is interpreted as an indicator of a company’s ability to manage economic resources effectively to support business sustainability. A descriptive quantitative approach was employed using secondary data derived from the company’s financial statements. The analysis applied liquidity, solvency, profitability, and activity ratios to provide a comprehensive overview of the company’s financial condition. The results indicate that liquidity ratios cannot be calculated conventionally due to the absence of short-term liabilities in the company’s financial structure. Solvency ratios reveal a relatively high dependence on debt-based financing, although the capital structure remains balanced between liabilities and equity. Profitability ratios show an improvement in the company’s ability to generate profits; however, the returns on assets and equity remain at a relatively low level. Activity ratios indicate an improvement in asset utilization efficiency, although asset turnover and working capital turnover have not yet reached optimal levels. These findings provide empirical evidence regarding the financial performance of a regional service company and offer valuable insights for management in formulating more efficient and sustainable financial policies.
Copyrights © 2025