Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, masih menghadapi prevalensi gizi buruk dan stunting yang tinggi, yakni 39,53% balita mengalami stunting, jauh di atas rata-rata nasional maupun provinsi. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya literasi gizi ibu rumah tangga, pola konsumsi yang kurang variatif, serta belum optimalnya pemanfaatan bahan pangan lokal seperti rumput laut dan sayuran sebagai sumber makanan bergizi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui pelatihan pembuatan SiTi RuSa (Nasi Tim Rumput Laut Sayuran) sebagai alternatif makanan pendamping ASI (MP-ASI) berbasis pangan lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi gizi, pelatihan hands-on training pembuatan MP-ASI, pengecekan kesehatan balita, serta evaluasi pretest–posttest. Kegiatan melibatkan 120 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, kader posyandu, dan aparat desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pretest 37,06 meningkat menjadi 69,42. Hasil uji T-Test menunjukkan nilai t = 81,526 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan banwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan. Selain peningkatan keterampilan teknis dalam pembuatan MP-ASI. Peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan SiTi RuSa dan variasi MP-ASI berbasis pangan lokal lainnya. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi gizi dan keterampilan ibu dalam penyediaan makanan sehat bagi balita, tetapi juga memperkuat kapasitas kader posyandu serta membuka peluang pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan produk pangan lokal.
Copyrights © 2026