Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan Digibook Geometry berbasis kearifan lokal di lingkungan pesantren sebagai dasar pembelajaran geometri SMP. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih dominannya pembelajaran geometri yang bersifat konvensional, kurang memfasilitasi visualisasi spasial, serta belum terintegrasi dengan konteks dan nilai pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Subjek penelitian terdiri atas 10 guru dan 60 siswa SMP di lingkungan pesantren Darul Arqom Garut Kota yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket kebutuhan, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek kebutuhan berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, yaitu visualisasi geometri (91%), interaktivitas materi (90%), integrasi kearifan lokal (88%), kemandirian belajar (85%), dan ketersediaan media digital (82%). Temuan wawancara dan observasi menguatkan bahwa pembelajaran masih teacher-centered dan minim visualisasi spasial. Oleh karena itu, pengembangan Digibook Geometry berbasis kearifan lokal pesantren diperlukan sebagai solusi pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan mampu mendukung visualisasi konsep serta kemandirian belajar siswa.
Copyrights © 2025