Kutukebul (Bemisia tabaci Genn.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman tomat. Pengendalian hama ini umumnya masih mengandalkan penggunaan pestisida sintetik. Namun, sebagai upaya pengendalian yang lebih ramah lingkungan, pestisida nabati kini semakin banyak mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak metanol daun dan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang tepat dalam menekan populasi kutukebul pada tanaman tomat. Percobaan ini dilakukan di laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, dan di rumah kaca Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran sejak bulan Juli hingga September 2024. Penelitian dilaksanakan dengan dua tahap pengujian yaitu uji toksisitas dan uji keefektifan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas sembilan perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P1 (kontrol), P2 (LC50 daun belimbing wuluh), P3 (LC95 daun belimbing wuluh), P4 (2 × LC95 daun belimbing wuluh), P5 (3 × LC95 daun belimbing wuluh), P6 (LC50 buah belimbing wuluh), P7 (LC95 buah belimbing wuluh), P8 (2 × LC95 buah belimbing wuluh), P9 (3 × LC95 buah belimbing wuluh). Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak metanol daun dan buah belimbing wuluh pada masing-masing konsentrasi terendah 3,2 g/L dan 3,4 g/L efektif dalam menekan kutukebul pada tanaman tomat dan menghasilkan panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol.
Copyrights © 2025