Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dapat mencerminkan manajemen mutu di semua tingkat sistem perawatan kesehatan dengan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatannya dan melakukan edukasi mengenai kondisi pasien atau masalah kesehatan masyarakat secara umum. Analisis kepuasan dilakukan berdasarkan lima dimensi kualitas layanan, yakni ketanggapan, kehandalan, jaminan, kepedulian, dan bukti fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di UPTD Puskesmas Alue Ie Mirah Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Puskemas Alue Ie Mirah dalam 1 bulan terakhir yaitu sebanyak 1.026 pasien. Sampel sebanyak 91 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan secara univariat . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian pada aspek kehandalan sebanyak 38 responden (41,8%). Sebagian besar pasien merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian pada aspek ketanggapan sebanyak 46 responden (50,5%). Pada aspek keyakinan sebagian besar pasien merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian sebanyak 52 responden (57,1%). Sebanyak 54 responden (59,3%) merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian pada aspek keyakinan sebanyak 54 responden (59,3%). Pelayanan kefarmasian pada aspek bukti fisik sebanyak 58 responden (63,7%) merasa puas. Disarankan bagi institusi kesehatan untuk melakukan penambahan tenaga Apoteker yang berkompeten dalam pengelolaan obat dan pelayanan kefarmasian di puskesmas, yaitu menambahkan tenaga apoteker sesuai dengan standar klasifikasi dan perizinan rumah sakit Permenkes No.56 Tahun 2016.
Copyrights © 2026