Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja  di SMP Negeri 1 Simpang Ulim Wirdhatul Olla; Irma Hartati; Ajmain
Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0d30pe06

Abstract

Berdasarkan hasil Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Indonesia meningkat menjadi 79,5%, khususnya dikalangan remaja yang menyebabkan terganggunya proses tidur sehingga kualitas serta pola tidur menjadi buruk. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja di SMP Negeri 1 Simpang Ulim. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analytic yang bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Simpang Ulim yang menggunakan smartphone sebanyak 44 orang dengan teknik total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 responden sebagian menggunakan media sosial dalam kategori rendah sebanyak 16 responden (36,4%) dan sebagian besar menggunakan media sosial dalam kategori sedang sebanyak 13 responden (29,5%), sebagian besar remaja di SMP Negei 1 Simpang Ulim memiliki kualitas tidur baik sebanyak 28 responden (63,3%). Ada hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada remaja dengan p-value 0,005 (p<0,05). Bagi SMP Negeri 1 Simpang Ulim untuk memberikan informasi tentang durasi penggunaan media sosial yang berpengaruh terhadap kualitas tidur pada siswa sehingga diharapkan siswa lebih memperhatikan kualitas tidur mereka dan juga dapat membatasi penggunaan media sosial pada malam hari agar kebutuhan tidur mereka cukup.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan (Penkes) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Untuk Mencegah Acne Vulgaris di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Seruway Sevi Anjani; Mailisna; Irma Hartati
Public Health Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/42yqwz49

Abstract

Peningkatan pengetahuan tentang acne vulgaris dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan adalah upaya persuasi atau pembelajaran kepada seseorang agar mau melakukan tindakan-tindakan untuk memelihara atau meningkatkan taraf kesehatan. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan (penkes) terhadap peningkatan pengetahuan untuk mencegah acne vulgaris di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Seruway. Metode : Penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-postest. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja kelas VII dengan total 60 siswa SMP Negeri 2 Seruway dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan siswa tentang mencegah acne vulgaris sebagian besar cukup sebanyak 50 responden (83,3%) dengan rata-rata skor 6,4 dengan standar deviasi 0,907 dan confidence interval (5-9). Setelah diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 47 responden (78,3%) dengan rata-rata skor meningkat menjadi 8,8 dengan standar deviasi 1,127 dan confidence interval (7-8). Ada pengaruh pendidikan kesehatan (penkes) terhadap peningkatan pengetahuan untuk mencegah acne vulgaris dengan p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh pendidikan kesehatan (penkes) terhadap peningkatan pengetahuan untuk mencegah acne vulgaris di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Seruway. Saran : Bagi remaja agar menambah wawasan tentang cara pencegahan acne vulgaris, dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari seperti batasi makanan tinggi gula dan kalori, bersihkan wajah secara rutin, olahraga teratur dan perbanyak konsumsi air putih serta kelola stres.
Influence Of Health Education On Knowledge And Attitude About The Hazards Of Smoking Irma Hartati; Sari Tiara Putri
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 4 (2021): August 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i4.138

Abstract

Smoking activity among youth or high school students is not a new thing. For high school students, smoking is usually consumed by men, but at this time smoking is not only consumed by men, women have also consumed it. Therefore, it is necessary to make prevention efforts both in the home, school and community environment. One of the efforts made is outreach activities or health education in the school environment to provide information and knowledge to the target, especially for students who abuse it and raise their awareness about the dangers of smoking. This study aims to determine the effect of providing health education on knowledge and attitudes about the dangers of smoking in SMA Ungul CND Langsa. The design of this study used a quasi-experimental type using a one group pretest-posttest design. This study uses primary data that is processed univariately. The data are presented in the form of frequency distribution tables, cross tables and narratives. The instrument used in this research is a questionnaire which was developed based on the research variables. The number of samples in this study were 20 respondents with purposive sampling technique. The results showed that before being given the intervention the knowledge of the research subjects showed a score of 11, while after being given the intervention the score of knowledge increased to 12.5 and before being given the intervention the attitude of the research subjects showed a score of 50, while after being given the intervention the score of attitudes increased to 64. This study also concluded that there was an effect of providing health education on adolescent knowledge about the dangers of smoking with a p-value of 0.000 (p<0.05). Researchers suggest to SMA CND Langsa Superior, in order to create a health counseling program in collaboration with local health agencies. The program will help students obtain correct and accurate information about specific health about the dangers of smoking.