Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga Oktober 2022, terdapat sekitar 26 juta orang di Indonesia yang mengalami gangguan jiwa. Salah satu gangguan jiwa yang cukup sering muncul serta berisiko adalah halusinasi. Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang membuat individu mendengar, melihat, merasakan, atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Dukungan pengetahuan dan keterlibatan keluarga dalam merawat anggota yang mengalami halusinasi sangat penting untuk menekan angka kejadian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kemampuan mereka dalam merawat pasien halusinasi di UPT Puskesmas Kabupaten Kampar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 50 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan 62,0% keluarga memiliki tingkat pengetahuan sedang, sementara 52,0% memiliki kemampuan merawat yang baik. Berdasarkan analisis bivariat diperoleh nilai p = 0,022 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kemampuan merawat pasien halusinasi. Oleh karena itu, puskesmas perlu meningkatkan pengetahuan keluarga melalui berbagai bentuk.
Copyrights © 2025