Tuberkulosis (TBC) paru merupakan penyakit infeksi yang hingga kini menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Salah satu komplikasi yang sering muncul pada pasien TBC di ruang ICU adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien Tn. N dengan diagnosis medis TBC dan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Penelitian dilaksanakan pada 1–3 September 2025 menggunakan metode studi kasus yang mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama yang diberikan adalah suction secara teratur melalui ETT, disertai terapi oksigen, posisi semi-Fowler, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan bertahap selama tiga hari, ditandai dengan penurunan jumlah sekret, peningkatan efektivitas ventilasi, perbaikan pola napas, dan peningkatan saturasi oksigen hingga 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa tindakan suction efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien TBC kritis dan dapat dijadikan evidence-based practice dalam tata laksana keperawatan pasien dengan gangguan pernapasan di ruang intensif.
Copyrights © 2025