Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program Layar Jebol menggunakan perspektif Teori Difusi Inovasi Rogers, sekaligus mengidentifikasi hambatan teknis dan perubahan perilaku wajib pajak setelah implementasi layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Layar Jebol memiliki keunggulan relatif dalam mempermudah pembayaran pajak, meningkatkan sinkronisasi data, serta mempercepat layanan administrasi. Program juga menunjukkan tingkat kesesuaian dan keteramatan yang tinggi sehingga mudah diterima masyarakat. Namun beberapa kendala masih muncul, seperti ketidaksesuaian data desa-Bapenda serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kelengkapan dokumen. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis terkait perluasan aplikasi teori difusi inovasi dalam konteks pelayanan pajak daerah, serta rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat integrasi data dan keberlanjutan layanan jemput bola.
Copyrights © 2026