Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas akuakultur bernilai tinggi dengan prospek budidaya yang menjanjikan. Salah satu tantangan utama dalam pemeliharaan lobster air tawar muda adalah tingginya tingkat kanibalisme, terutama pada fase pergantian kulit (moulting), yang menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan asam amino esensial triptofan pada pakan buatan terhadap tingkat kanibalisme, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan pertumbuhan lobster air tawar muda. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dosis triptofan (0%, 2%, 4%, dan 6%) dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertambahan berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup (SR), dan tingkat kanibalisme (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan triptofan 6% menghasilkan luaran terbaik, dengan berat rata-rata 18,47 g dan tingkat kanibalisme terendah 1%. Analisis statistik menggunakan ANOVA dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) menunjukkan bahwa perlakuan 6% berbeda secara signifikan dibandingkan perlakuan lainnya (p < 0,05) dalam mengurangi kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan triptofan 6% pada pakan buatan efektif dalam menekan kanibalisme dan meningkatkan pertumbuhan juvenil Cherax quadricarinatus, sehingga berpotensi meningkatkan keberhasilan budidaya. KATA KUNCI: Cherax quadricarinatus, triptofan, kanibalisme, tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan
Copyrights © 2025