Budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) memiliki kontribusi yang besar dalam industri udang di Indonesia. Spesies udang ini lebih tahan penyakit, tersedia benur SPF, dapat dibudidayakan dengan padat tebar tinggi dan penggunaan pakan lebih efisien. Jenis penyakit yang dominan adalah WSSV, AHPND dan IMNV. Sampai saat ini belum ditemukan teknis pengobatan yang efektif. Uji penyakit WSSV, AHPND dan IMNV dengan real time PCR memberikan hasil kuantitatif yang akurat dan dapat diandalkan. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif. Hasil pengumpulan data selama tahun 2023 di laboratorium PT CJ Feed and Care Situbondo menunjukkan bahwa selama tahun 2023 penyakit AHPND memiliki prevalensi tertinggi di Jawa Timur dibanding penyakit lain sebesar 31,7%, secara bulanan prevalensi tertinggi terjadi pada bulan Juli 44,4% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan November 24,3%. Prevalensi penyakit WSSV tahun 2023 sebesar 17,6% dimana prevalensi tertinggi terjadi pada bulan Juli 27,8% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan Mei 10,0%. Prevalensi penyakit IMNV, selama tahun 2023 sebesar14,1% dimana prevalensi tertinggi bulan Juli 21,1% dan prevalensi terendah terjadi pada bulan April 7,7%.
Copyrights © 2025