Sarkopenia merupakan masalah kesehatan lansia yang sering tidak terdeteksi dan berdampak pada penurunan kemandirian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan deteksi dini sarkopenia dan memberikan konsultasi gizi pada lansia di Kota Bukittinggi. Metode kegiatan meliputi pengukuran antropometri, kekuatan genggam tangan menggunakan handgrip dynamometer, analisis komposisi tubuh, serta konsultasi gizi dan edukasi kelompok. Sebanyak 59 lansia mengikuti kegiatan ini, dengan hasil menunjukkan 44,1% lansia berisiko sarkopenia, 54,2% memiliki IMT ≥25, dan 71,2% memiliki kekuatan genggam rendah. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran lansia terhadap kondisi kesehatannya serta pentingnya asupan gizi dan aktivitas fisik. Deteksi dini sarkopenia disertai konsultasi gizi berpotensi menjadi strategi preventif yang efektif di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026