Abstrak. Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang kaya dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan obat, namun potensinya belum dimanfaatkan maksimal. Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman liar yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk di Indonesia terutama di lahan pertanian seperti sawah, ladang, perkebunan, dan tepi jalan. Tanaman ini dikenal sebagai gulma, namun secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu senyawa bioaktif utama dari tanaman ini adalah flavonoid, yang memiliki aktivitas biologis penting termasuk kemampuan menangkal radikal bebas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol daun bandotan, mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, serta mengetahui aktivitas antioksidan melalui uji DPPH. Metode ekstraksi yang digunakan adalah secara maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 5 hari. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan terhadap fenol, flavonoid, tanin, dan steroid. Penetapan kadar flavonoid dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH berbasis spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan persen inhibisi/IC₅₀. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol daun bandotan mengandung metabolit sekunder yaitu fenol, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil total flavonoid diperoleh yaitu 218,85 mgQE/g, dan mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 14,21 ppm. Kata Kunci : Antioksidan, Bandotan, Flavonoid, Metabolit Sekunder
Copyrights © 2026