Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Kurisi (Nemipterus nematophorus) Sebagai Sumber Kalsium dalam Sediaan Crackers Tiara, Najwa Mega; Purgiyanti, Purgiyanti; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 14 No 01 (2024): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v14i01.430

Abstract

The growing consumption of fish among the public has resulted in significant growth in the fishing industry, causing uncontrolled disposal of production waste. One type of waste from the fishing industry is fish bones, which can be used to make flour. Flour derived from Kurisi fish bones has a high calcium and phosphorus content compared to other calcium sources. The aim of this research is to determine the potential of Kurisi fish bone waste as a source of calcium in cracker preparations and to determine the determination of water content and ash content in cracker preparations using the water content and ash content testing method as well as calcium testing. This research was carried out using qualitative methods for organoleptic testing and calcium levels, as well as quantitative methods for testing the water content and ash content of Kurisi fish bone crackers. Based on research data, it shows that kurisi fish bone waste can be processed into fish bone meal for making crackers. This represents the conversion of waste into valuable products, reducing waste and increasing resource efficiency. The addition of Kurisi fish bone meal affects the water content, ash content, and sensory quality of the crackers (color, aroma, shape, taste). In making these crackers, the best treatment was obtained for the F1 sample, namely the addition of 10% Kurisi fish bone flour.
Penentuan Flavonoid Total Dan Nilai IC50 Fraksi Dari Ekstrak Bunga Telang Nadzifah, Faizatun; Riyanta, Aldi Budi; Purgiyanti, Purgiyanti
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v7i1.21615

Abstract

Abstract:  Telang flowers or blue flowers have many health benefits, one of which is as an antioxidant. This study aims to determine the highest flavonoid content and the most active antioxidant activity based on IC50 values in n-hexane, ethyl acetate, and 96% ethanol fractions with telang flower samples from Tegal City, Central Java. The extraction method was carried out by maceration using 96% ethanol solvent, which was then fractionated in stages with n-hexane, ethyl acetate, and 96% ethanol solvents. Quantitative flavonoid and antioxidant tests were carried out by UV-Vis spectrophotometry. The results showed that the ethyl acetate, n-hexane and 96% ethanol fractions were 59,23% ; 50,06% ; 1.73%, respectively. Meanwhile, the IC50 values of 96% ethanol, ethyl acetate and n-hexane fractions were 25,84 µg/mL ; 29,51 µg/mL ; 34,01 µg/mL.  So this result shows that the largest flavonoids are in the ethyl acetate fraction and the most active antioxidants in the 96% ethanol fraction.Abstrak: Bunga telang atau bunga biru mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid tertinggi dan aktivitas antioksidan paling aktif berdasarkan nilai IC50 pada fraksi n-heksana, etil asetat, dan etanol 96% dengan sampel bunga telang yang berasal dari Kota Tegal, Jawa Tengah. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, yang kemudian di fraksinasi bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Uji kuantitatif flavonoid dan antioksidan dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat, n-heksana dan etanol 96% secara berurutan yaitu 59,23% ; 50,06% ; 1,73%. Sementara pada nilai IC50 secara berurutan fraksi etanol 96%, etil asetat dan n-heksana sebesar 25,84 µg/mL ; 29,51 µg/mL ; 34,01 µg/mL.  Sehingga pada penelitian ini menunjukkan bahwa flavonoid terbesar berada pada fraksi etil asetat dan antioksidan paling aktif pada fraksi etanol 96%.
PENINGKATAN MUTU MINYAK GORENG BEKAS DENGAN PROSES ADSORPSI KARBON AKTIF UNTUK DIBUAT SABUN PADAT Riyanta, Aldi Budi
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.799 KB) | DOI: 10.24905/psej.v1i1.62

Abstract

Proses pemurnian akan meningkatkan mutu minyak goreng bekas. Penelitian ini, minyak goreng bekasdilakukan proses pemurnian atau penghilangan bumbu (despicing) dengan menggunakan alat kertas saring,netralisasi minyak goreng bekas dengan mereaksikan NaOH dan proses pemucatan (bleaching) denganmenggunakan karbon aktif kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun padat. Mutu minyakgoreng dilihat dari kejernihan, kandungan bilangan peroksida, bilangan asam dan bau. Uji kandungan peroksida dan bilangan asam menggunakan metode titrasi, kejernihan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis sedangkan uji bau dengan indera pembau. Minyak goreng bekas kemudian dibuat sabun dengan metode semi pemanasan.Hasil percobaan menunjukkan proses adsorpsi menggunakan karbon aktif dengan konsentrasi 0,1;0,2 dan 0,3dapat meningkatkan kejernihan minyak goreng bekas hingga 74,1;82,1 dan 86,3% transmitansi. Bilangan peroksida hingga 60% dan bilangan asam dapat berkurang hingga 34,38% dan bau yang ditimbulkan mendekati normal minyak goreng baru.
Anti-Inflammatory Activity Test of Ethanol Extract of Kencur Rhizome (Kaempferia galanga L.) on Male White Mice (Mus musculus L.) Induced Carrageenan Khasanah, Nisfi Lailatul; Riyanta, Aldi Budi; Susiyarti, Susiyarti
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 4, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v4i1.949

Abstract

Inflammation needs to be addressed, considering that inflammation is a local protective response caused by tissue damage. This condition can indeed be overcome by consuming chemical drugs, one of which is in the NSAIDS group, namely diclofenac sodium, but chemical drugs have many negative effects, including nonsteroidal anti-inflammatory drugs and steroids. Therefore, there has been the creation of anti-inflammatory drugs using natural ingredients, especially plants. For generations, Indonesian people have used kencur as an edema medicine. This study aims to examine the anti-inflammatory properties of kencur ethanol extract rhizomes. This study tested anti-inflammatory activity through regeninduced suppression of foot edema in male white mice. In this study, 15 eligible mice aged 2–3 months and weighing 20–30 grams were divided into 5 treatment groups. Three separate doses of galangal rhizome extract—50 mg/kgBW, 150 mg/kgBW, and 250 mg/kgBW—were used in the test. Ethanol extract of kencur rhizomes at a dose of 250 mg/kgBW can reduce edema in male white mice produced by carrageenan by 1% and show possible anti-inflammatory properties, according to the results of studies tested by measuring edema using a digital caliper.
Edukasi tentang Pemilihan Kosmetik Aman melalui Pengenalan Cara Uji Kualitatif Hidrokuinon pada Produk Skincare pada Siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu Tegal Susiyarti, Susiyarti; Febriyanti, Rizki; Mahardika, Muladi Putra; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 (2024): Juni: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v6i1.334

Abstract

Latar belakang: Perilaku remaja di Indonesia mengalami perubahan seiring dengan perubahan zaman. Masyarakat di Indonesia terutama para remaja putri sekarang lebih mempercayai produk perawatan kulit ataupun skincare yang memberi janji wajah berubah semakin putih bersih untuk tampilan yang lebih menarik. Produk skincare yang digunakan oleh para remaja saat ini, lebih banyak mengandung hidrokuinon dan merkuri. Hidrokuinon dan merkuri merupakan zat yang telah dilarang digunakan dalam kosmetik. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kesehatan kulit siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu dengan pemahaman tentang pemilihan kosmetik yang aman. Metode yang digunakan adalah 1) penyuluhan 2) sosialisasi bahaya merkuri dan hidrokuinon 3) praktek uji kualitatif kandungan hidrokuinon. Hasil peserta kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 84 siswi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang baik dilihat dari nilai rata-rata pre test peserta sebesar 66,07% dengan kategori cukup. Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan nilai rata-rata post test 94,28% termasuk dalam kategori baik. Simpulan: Diharapkan dari kegiatan penyuluhan ini peserta akan lebih selektif dalam memilih dan menggunakan skincare demi kesehatan kulit.  
Peningkatan Kualitas Hidup dan Persiapan Potensi Pandemi Dengan “Markimja” di Kelurahan Sumurpanggang Nurcahyo, Heru; Prabandari, Sari; Santoso, Joko; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i2.5705

Abstract

Pembangunan kesehatan Indonesia diarahkan guna mencapai pemecahan masalah kesehatan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sehingga akan meningkatkan angka harapan hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam menggunakan herbal yang komprehensif secara etnomedicine agar mampu berkontribusi dalam meningkatkan usia harapan hidup yang dikemas dalam markimja “mari kita minum jamu”. Pelaksanaan kegiatan bagi 50 peserta ibu-ibu PKK kelurahan Sumur Panggang yang dihadiri ketua penggerak PKK Kecamatan margadana, koramil dan babinsa sehingga membentuk sinergi yang positif dalam rangka bina lingkungan. Kegiatan pengabdian berupa pemberian materi, edukasi dan diskusi menarik terkait obat herbal dimana hasil kegiatan diakhiri dengan kegiatan posttest yang meberikan dampaka signifikan peningkatan pengetahuannya dari peserta yang rata-rata pretest mendapatkan nilai 50 meningkat menjadi 85 dari 50 peserta yang hadir.
PHYSICO-CHEMICAL ANALYSIS OF GINGER OIL EXTRACTION WITH ADSORBED USED COOKING OIL AND ITS UTILIZATION AS TRADITIONAL MASSAGE OIL Riyanta, Aldi Budi; Amananti, Wilda; Nurbaety, Nurbaety; Aulia, Firda
Agric Vol. 36 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2024.v36.i2.p293-308

Abstract

Used oil is a commodity that can be sought to increase its economic value, one of which is used as an absorber of essential oil from ginger. Ginger has essential oils as anti-inflammatory, but the oil obtained is relatively small and volatile so that it reduces the healing effect. Used oil has the potential to be a massage oil and ginger oil adsorbent to be used to treat inflammation. On the other hand, leaf waste can be converted into activated charcoal which is used as an adsorbent for the treatment process of used oil. The aims of this study was to determine the physicochemical properties of used oil obtained from the extraction process of ginger rhizomes with adsorbed used oil. The method used was the treatment of used cooking oil by adsorbing it using activated charcoal from activated leaf waste. Used cooking oil was then used for solvent extraction of ginger oil content to conduct organoleptic tests, physicochemical properties, inflammatory tests and GC-MS analysis to see the content of the resulting used oil. The results showed that the ratio of ginger to adsorbed used cooking oil with the highest anti-inflammatory effect was at a ratio of 1:1 with good organoleptic results, gingerol content of 11.6%, camphene 3.75% and eucalyptol 6.79 resulting in an antiinflammatory effect close to pure ginger oil of 59.18% with a contact time of 4.55 hours and reaction order 1.
PENGEMBANGAN FORMULASI MINYAK BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI NUTRASETIKA wulandari, annisa; Nurcahyo, heru; riyanta, aldi budi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v12i1.622

Abstract

Gizi buruk salah satu masalah kesehatan yang belum tertangani dengan tuntas yang membutuhkan tindakan dan penanganan yang serius. Berdasarkan masalah yang terjadi pada balita, maka dibuatlah suatu produk makanan granul sereal nutrasetika yang lebih mudah dikonsumsi oleh balita. Nutrasetika merupakan makanan yang memberikan manfaat medis atau kesehatan, termasuk pencegahan atau pengobatan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang formulasi minyak bawang merah (Allium ascalonicum L.) dan daun kelor (Moringa oelifera) sebagai produk nutrasetika yang kaya nutrisi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Uji stabilitas fisik dilakukan pada suhu ruang meliputi uji fitokimia minyak bawang merah, uji organoleptis, uji pH, uji waktu alir, uji sudut diam, uji kadar air, dan uji indeks kompresibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji fitokimia minyak bawang merah positif, uji organoleptis sesuai, uji ph 6,3-7, uji waktu alir 5-11 detik, uji sudut diam 17-26, uji kadar air 3-8%, dan uji indeks kompresibilitas 3,67% - 8,67%. Berdasarkan uji stabilitas fisik, formula terbaik granul sereal adalah F2 dengan komposisi minyak bawang merah 15%, tepung daun kelor 5%, tepung garut 10%, sukrosa 20%, na benzoate 0,1%, coklat 5%, PVP 5% dan mannitol.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN FOOT SANITIZER KOMBINASI EKSTRAK ETANOL LADA PUTIH (PIPERIS ALBI) DAN DAUN THE (CAMELLIA SINENSIS) nur affni, winona; Riyanta, Aldi Budi; Kusnadi, Kusnadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42368

Abstract

Bau kaki merupakan faktok yang menjadi salah satu permasalahan yang kerap terjadi. Akibat dari bau kaki tersebut disebabkan oleh adanya bakeri pada telapak kaki, kondisi kaki yang terdapat bau tidak sedap karna sering memakai sepatu atau kaos kaki sampai berkeringat sehingga daerah tersebut menjadi lembab dan mengakibatkan timbulnya kuman tau bakteri. Maka dari itu perlu dibuatkan produk utuk menjadi alat alternatif menghilangkan bau kaki yang aman utuk kaki. Lada putih merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Namun, lada putih juga memiliki potensi sebagai antibakteri, lantaran lada putih memiliki kandungan senyawa seperti piperin sebagai antibakteri. Lada . Daun teh dapat digunakan sebagai antioksidan mencegah radikal bebas dalam tubuh. Kombinasi anatara lada putih daun teh ini sangat efektif untuk mengurangi mikroba yang terdapat dibagian kaki yang disebabkan oleh keringat. Maka dari itu salah satu produk yang efektif untuk mengurangi bau kaki adalah Foot Sanitizer.  Foot sanitizer merupakan salah satu produk yang dibuat untuk membersihkan dan menjaga kebersihan kulit kaki.. Kondisi saat bau kaki memang bisa diatasi dengan mencuci kaki. Namun, cara tersebut kurang efektif sehingga kita memerlukan produk yang yang bisa menghilangkan bau kaki tanpa mencuci kaki. Metode ekstrasi yang digunakan yaitu metode maserasi. Teknik sampling yang digunakan adalah simpe random sampling. Sediaan Foot Sanitizer dibuat sebanyak tiga formulasi dengan kosentrasi ekstrak lada putih dan daun teh 10%, 5%, 10%. Analisis data meliputi uji organoleptis, uji pH, Uji kejernihan, Uji Bobot jenis, Uji Viskositas, dan Uji kesukaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan Foot Sanitizer berbentuk cair, beraroma khas, berwarna coklat dan memiliki nilai pH 7. Formulasi yang banyak disukai pada sediaan Foot Sanitizer adalah formulasi ke satu dengan kosentrasi ekstrak lada 5% dan daun teh 10%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SALEP EKSTRAK BUAH TAKOKAK (SOLANUM TORVUM) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AURUS Riskiyani, Risa; Tivani, Inur; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42468

Abstract

Buah takokak (Solanum torvum) diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid dan saponin yang memiliki sifat antibakteri. Untuk memaksimalkan pemanfaatan buah takokak sebagai agen antibakteri maka dibuatlah sediaan salep. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui formula sediaan salep dari ekstrak buah takokak (Solanum torvum) yang paling baik dalam menghambat bakteri dan paling baik sifat fisiknya. Metode eksperimental adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pengukuran diameter zona hambat dalam peneitian ini dilakukan pada 6 sampel yang berbeda dengan perbedaan konsentrasi berupa 0%, 5%, 10%, 15%, kontrol negatif dan positif. Dan dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil rata-rata luas zona hambat dalam satuan cm secara berurutan yaitu 0; 2,09; 2,18; 2,71; 0; 4,35. Sedangkan dari hasil analisis One Way Anova didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai F hitung dan F tabelnya sebesar 16.574 dan 0,288 yang berarti (P<0,05) dan (Fhitung < Ftabel). Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh dari perbedaan ekstrak buah takokak pada masing-masing formula. Sedangkan dari hasil pengujian sifat fisik salep ekstrak buah takokak formula 3 adalah formula yang paling memenuhi yakni memiliki pH sebesar 5, nilai rata-rata daya sebar 5,3 cm dan nilai daya lekatnya 4,6 detik. Sehingga dapat disimpukan bahwa formula 3 salep ekstrak buah takokak dengan konsentrasi ekstrak 15% adalah formula paling efektif.